Presiden Jokowi Minta Polri Serius Tangani Pembalakan Liar

Kompas.com - 16/12/2018, 21:39 WIB
Presiden Joko Widodo saat membagikan Surat Keputusan Perhutanan Sosial seluas seluas 91.000 hektare kepada 8.100 kepala keluarga di Provinsi Jambi.   Penyerahan SK perhutanan sosial itu dilaksanakan di  area terbuka, Taman Pinus, Kenali, Kota Jambi  pada  Minggu (16/12/2018) siang. Fabian Januarius KuwadoPresiden Joko Widodo saat membagikan Surat Keputusan Perhutanan Sosial seluas seluas 91.000 hektare kepada 8.100 kepala keluarga di Provinsi Jambi. Penyerahan SK perhutanan sosial itu dilaksanakan di  area terbuka, Taman Pinus, Kenali, Kota Jambi  pada  Minggu (16/12/2018) siang.

JAMBI, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo mendapat aduan mengenai maraknya pembalakan liar di Provinsi Jambi. Aduan itu datang dari seorang petani jengkol dan pete bernama Zulkifli.

Dalam acara penyerahan Surat Keputusan Perhutanan Sosial seluas 91.000 hektare kepada 8.100 petani di Provinsi Jambi, Presiden Jokowi meminta beberapa petani untuk maju ke atas panggung. Empat orang petani maju. Salah satunya adalah Zulkifli.

Usai Presiden Jokowi bertanya mengenai pertanian jengkol dan petai, Zulkifli tiba-tiba menyampaikan persoalan pembalakan liar.

Baca juga: Petugas Gakkum Ciduk Otak Pelaku Pembalakan Liar di Taman Nasional

"Saya juga minta Pak, pembalak liar dan cukong-cukong itu ditindak. Mereka merajalela Pak. Ya jangan dibiarkan," ujar Zulkifli.

Mendengar demikian, Jokowi langsung mengatakan pemerintah tak pernah membiarkan pelanggaran hukum.

"Enggak ada yang membiarkan begitu."

Meski demikian, uneg-uneg Zulkifli tidak berhenti. Bahkan, setelahnya Zulkifli mengatakan bahwa dia telah menyampaikan informasi itu kepada Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya dan Kapolda Jambi Irjen Muchlis As. Namun, aduan itu tidak ditanggapi.

Presiden langsung menginstruksikan Kapolda Jambi untuk menindaklanjuti aduan tersebut.

Baca juga: Petugas Gakkum Ciduk Otak Pelaku Pembalakan Liar di Taman Nasional

"Kalau begitu instruksi saya sama, tolong ditertibkan Pak Kapolda," ujar Jokowi sambil mengacungkan jari telunjuknya kepada Kapolda.

Jokowi mengakui bahwa pembalakan liar memang masih terjadi. Tidak hanya di Jambi, namun juga di beberapa provinsi yang memiliki kawasan hutan yang luas.

Ia juga meminta Kepala Polri Jenderal Tito Karnavian untuk mengusut tuntas hal itu.

"Di semua provinsi memang masih ada (pembalakan liar) ya. Itu tugasnya aparat hukum," ujar Jokowi.

Kompas TV Hutan Harapan yang merupakan kawasan restorasi, merupakan hutan dataran rendah terakhir di Pulau Sumatera.

 



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X