KPU Gelar Pertemuan dengan Parpol Bahas Data Pemilih - Kompas.com

KPU Gelar Pertemuan dengan Parpol Bahas Data Pemilih

Kompas.com - 13/12/2018, 23:18 WIB
Ketua KPU Arief BudimanKompas.com/Fitria Chusna Farisa Ketua KPU Arief Budiman

JAKARTA, KOMPAS.com - Komisi Pemilihan Umum ( KPU) melakukan pertemuan dengan partai politik peserta Pemilu 2019, Kamis (13/12/2018).

Pertemuan itu untuk membahas persiapan penetapan Daftar Pemilih Tetap hasil perbaikan (DPT) II yang akan dilakukan Sabtu (15/12/2018).

Selain partai politik, KPU juga mengundang Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dan Ditjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Baca juga: KPU Coret 2.101 Nama Pemilih Meninggal Dunia di Sulteng

Menurut Ketua KPU Arief Budiman, partai politik, Bawaslu, maupun Dukcapil boleh memberikan masukan, catatan, hingga evaluasi kepada KPU mengenai data pemilih pemilu.

"Mereka boleh memberikan masukan,sambil melihat data dan memberikan catatan, mengevaluasi, silakan saja. Pokoknya hal-hal yang belum cocok kita selesaikan malam ini," kata Arief di kantor KPU, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (13/12/2018).

Hadir dalam pertemuan yang digelar KPU, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Gerindra, Ahmad Muzani, mengatakan, kedatangan pihaknya ke KPU bertujuan untuk menanyakan progres pencocokan dan penelitian daftar pemilih Pemilu.

Baca juga: Perbaikan DPT, Jumlah Pemilih di Depok Menjadi 1.309.338 Orang

Sebab, beberapa waktu lalu, masih ditemukan jutaan data pemilih ganda dan pemilih yang sudah punya e-KTP tetapi belum masuk ke DPT.

"Ini kan pendahuluan dari rapat yang akan dilaksanakan KPU tanggal 16 desember mengambil keputusan DPT tahap ketiga," ujar Muzani.

"Di mana DPT tahap ketiga ini adalah diperkirakan DPT akhir sebelum KPU melakukan pencetakan surat suara," sambung dia.

Baca juga: DPT Diperbaiki, Pemilih di Jombang Menjadi 1.001.817 Orang

 

Pertemuan antara KPU dengan partai politik dipimpin langsung oleh Ketua KPU Arief Budiman. Terpantau pula komisioner KPU Viryan Aziz dan Evi Novida Ginting Manik.

Komisioner Bawaslu Mochammad Affifudin juga tampak menghadiri acara tersebut.

Sementara dari pihak partai politik, tampak Sekjen PAN Eddy Soeparno, Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani, Sekjen Paryak Berkaya Priyo Budi Santoso, dan tim hukum Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga Uno, Habiburokhman.

Baca juga: Gerindra DKI Pertanyakan 2.610 Penyandang Masalah Kejiwaan Masuk DPT

Selain itu, hadir Ketua Bidang Pemenangan Presiden PBB Sukmo Harsono, Wasekjen PSI Satia Chandra Wiguna, dan beberapa perwakilan partai lainnya.

KPU sejauh ini sudah menetapkan DPT Pemilu 2019 sebanyak dua kali. Penetapan pertama dilakukan 5 September 2018 dengan data 185.732.093 pemilih. Namun, dari jumlah tersebut, disinyalir masih terdapat data pemilih ganda.

Sehingga, disepakati penyempurnaan DPT selama 10 hari untuk membersihkan data ganda, yaitu hingga 16 September 2018. Pada tanggal tersebut, jumlah DPT berkurang menjadi 185.084.629 pemilih.

Baca juga: Timses Prabowo-Sandiaga Minta Parpol Koalisi di Daerah Pastikan DPT Valid

Namun demikian, dalam waktu tersebut ternyata data ganda masih belum sepenuhnya dibersihkan, sehingga disepakati untuk kembali dilakukan penyempurnaan DPT selama kurun waktu 60 hari, yaitu hingga 15 November 2018.

Hingga Kamis (15/11/2018) KPU menghimpun data pemilih sementara berjumlah 189.144.900 pemilih. Data itu dihimpun dari 34 provinsi, yaitu 28 provinsi menggunakan data hasil pemutakhiran pasca DPT hasil perbaikan I dan 6 provinsi lainnya menggunakan data existing (data lama hasil DPT hasil perbaikan I).

Lantaran masih ada KPU provinsi yang masih belum selesai melakukan pemutakhiran, maka dilakukan perpanjangan waktu 30 hari, atau 15 Desember 2018, untuk proses penyempurnaan.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Terkini Lainnya

Bea Cukai: Mobil Mewah Bodong Asal Singapura Akan Diselundupkan ke Dumai

Bea Cukai: Mobil Mewah Bodong Asal Singapura Akan Diselundupkan ke Dumai

Regional
OTT di Lampung Diduga Terkait Proyek Infrastruktur Dinas PUPR

OTT di Lampung Diduga Terkait Proyek Infrastruktur Dinas PUPR

Nasional
Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan 58 Bal Pakaian Bekas Asal Malaysia

Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan 58 Bal Pakaian Bekas Asal Malaysia

Regional
Pemilik Lahan yang Sebabkan 3 Bocah Luka Bakar di Bekasi Bisa Dipidana

Pemilik Lahan yang Sebabkan 3 Bocah Luka Bakar di Bekasi Bisa Dipidana

Megapolitan
OTT di Lampung, KPK Amankan Bupati dan Sejumlah Uang di Kardus

OTT di Lampung, KPK Amankan Bupati dan Sejumlah Uang di Kardus

Nasional
AJI Mataram: Remisi Pembunuh Wartawan jadi Langkah Mundur Kebebasan Pers

AJI Mataram: Remisi Pembunuh Wartawan jadi Langkah Mundur Kebebasan Pers

Regional
Berita Populer: Wanita Bugil hingga McDonald's Minta Maaf ke China

Berita Populer: Wanita Bugil hingga McDonald's Minta Maaf ke China

Internasional
Batik Ciprat Langitan, Ladang Rezeki bagi Penyandang Disabilitas Desa Simbatan

Batik Ciprat Langitan, Ladang Rezeki bagi Penyandang Disabilitas Desa Simbatan

Regional
Lion Air Pindahkan Posko Keluarga Korban JT 610 ke Hotel Ibis Slipi

Lion Air Pindahkan Posko Keluarga Korban JT 610 ke Hotel Ibis Slipi

Megapolitan
Geliat Kehidupan di Pulau Reklamasi dan Teka-teki Perizinan Food Street

Geliat Kehidupan di Pulau Reklamasi dan Teka-teki Perizinan Food Street

Megapolitan
Tabloid Indonesia Barokah Dikirim dari Bekasi via Kantor Pos

Tabloid Indonesia Barokah Dikirim dari Bekasi via Kantor Pos

Regional
Polemik Pembebasan Ba'asyir: Antara Kemanusiaan dan Hukum

Polemik Pembebasan Ba'asyir: Antara Kemanusiaan dan Hukum

Nasional
Karena Sungkan, Wahid Husein Izinkan Setnov Buat Saung di Lapas Sukamiskin

Karena Sungkan, Wahid Husein Izinkan Setnov Buat Saung di Lapas Sukamiskin

Regional
Berbagai Aktivitas BTP di Balik Jeruji Besi, Buat Buku hingga Punya Band

Berbagai Aktivitas BTP di Balik Jeruji Besi, Buat Buku hingga Punya Band

Megapolitan
Buah Naga Merah Banyuwangi, yang Disayang dan Dibuang...

Buah Naga Merah Banyuwangi, yang Disayang dan Dibuang...

Regional

Close Ads X