Polisi Tangkap Satu Napi Buron Lapas Banda Aceh

Kompas.com - 13/12/2018, 19:34 WIB
Ilustrasi. ShutterstockIlustrasi.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepolisian RI telah menangkap satu orang narapidana yang melarikan diri dari Lapas Kelas II A Lambaro Banda Aceh.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Humas Polri Brigjen (Pol) Dedi Prasetyo mengatakan, sampai saat ini jumlah narapidana yang berhasil ditangkap ada 37 napi, masih tersisa 76 napi lagi yang belum tertangkap.

"Jadi hari ini sudah tertangkap lagi satu napi yang kabur dari Lapas. Napi ini ditangkap di Kecamatan Rantau Aceh Tamiang, tempat dia lahir. Ditangkapnya oleh Polsek setempat setelah napi itu masuk DPO," tutur Dedi di Gedung Humas Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (13/12/2018).

Baca juga: Polisi Tangkap Satu Napi Provokator Kerusuhan di Lapas Banda Aceh


Dedi mengatakan, Kepolisian masih melakukan razia secara intensif di wilayah Aceh. Hal itu dilakukan untuk mempersempit ruang gerak 76 napi yang masih berada di luar penjara.

Kepolisian, kata Dedi, juga akan melakukan razia di sejumlah tempat umum, seperti terminal, bandara dan akses lainnya.

"Semua Polda dan Polres sudah diminta melakukan razia di jalan, terminal, bandara dan akses lainnya serta tempat persembunyian yang dicurigai akan digunakan para narapidana," tutur Dedi.

Sebelumnya, sebanyak 113 narapidana di Lembaga Permasyarakatan (LP) Klas IIA Banda Aceh melarikan diri pada Kamis (29/11/2018) malam. Saat kejadian, petugas piket berjumlah sebanyak 10 orang, dengan rincian tiga orang piket senior dan tujuh orang Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS).

Baca juga: Dirjen PAS: Napi Kabur di Lapas Banda Aceh Manfaatkan Waktu Shalat Berjamaah

Kepala Bagian Humas Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Ade Kusmanto menjelaskan, kejadian ini berawal saat beberapa penghuni lapas meminta melaksanakan shalat maghrib berjamaah.

"Waktu beribadah tersebut dimanfaatkan oleh beberapa orang narapidana untuk memprovokasi narapidana lainnya untuk melarikan diri di Lapas Kelas II A Banda Aceh," ujar Ade.

Awalnya, mereka ingin membobol kawat yang terpasang di depan klinik lapas. Setelah itu, mereka berlari menuju akses Pengaman Pintu Utama (P2U), yang saat itu dikunci.

Oleh sebab itu, mereka bergerak menuju ruang kerja dan ruang aula. Lalu, para napi tersebut berhasil kabur dengan merusak terali besi pada jendela kedua ruangan yang menghadap ke luar lapas.

Ade menyebutkan, para napi menggunakan barbel dan benda tumpul lainnya untuk membobol terali besi pada jendela tersebut.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X