Ketum PPP: Demokrat Berkuasa 10 Tahun, Tak Mampu Jadi Pemenang di Jateng

Kompas.com - 13/12/2018, 15:48 WIB
Ketua Umum PPP, Romahurmuziy seusai memberikan pembekalan terhadap para caleg PPP di Solo, Jawa Tengah, Rabu (10/10/2018). KOMPAS.com/LABIB ZAMANIKetua Umum PPP, Romahurmuziy seusai memberikan pembekalan terhadap para caleg PPP di Solo, Jawa Tengah, Rabu (10/10/2018).
Penulis Jessi Carina
|
Editor Krisiandi

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan Romahurmuziy menilai tidak mudah mengubah pola dukungan masyarakat di Provinsi Jawa Tengah.

Dia mencontohkan Partai Demokrat yang sudah memenangkan Pileg pada 2009 dan Pilpres pada 2004 dan 2009, tetapi tidak mampu menang di Jawa Tengah.

"Kita tahu persis ketika Demokrat berkuasa selama 10 tahun, tidak mampu menjadi pemenang di Jawa Tengah," ujar Romi, sapaannya, di kompleks parlemen, Kamis (13/12/2018).

Romi menanggapi rencana pemindahan markas perjuangan calon wakil gubernur Sandiaga Uno ke Jawa Tengah.

Baca juga: TKN Jokowi: Sekalipun Sandiaga Pindah Markas ke Jateng, Kami Bisa Ambil Basis Suara Mereka

Romi mengatakan sejak dulu Provinsi Jawa Tengah sudah memiliki kedekatan ideologis dengan PDI-P, Partai Golkar, dan Partai Kebangkitan Bangsa. PDI-P juga memenangkan suara warga jawa tengah dalam beberapa kali pemilu.

Romi mengatakan, partai-partai tersebut kini bersatu memenangkan pasangan Jokowi-Ma'ruf dalam Pilpres 2019. Oleh karena itu, dia yakin memenangkan Jawa Tengah yang merupakan basis partai pendukung Jokowi-Ma'ruf bukan hal yang mudah. 

Dia juga menilai tidak tepat jika kubu Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno mengacu pada dukungan yang diterima Sudirman Said dalam Pilkada Jawa Tengah.

Romi mengingatkan Sudirman mendapatkan dukungan sebesar 41 persen karena berpasangan dengan Ida Fauziyah yang merupakan kader PKB.

Baca juga: Timses Jokowi: Merah, Kuning, Hijau Solid, Suara Rakyat Jateng Tak Akan Pindah

"Nah sementara kan hari ini PKB berada di pihak Pak Jokowi. Terlebih PPP yang punya kekuatan nomor 5 di sana juga bersama dalam koalisi," kata Romi.

Sebelumnya, Direktur Badan Pemenangan Nasional (BPN) pasangan capres-cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Sudirman Said, menuturkan bahwa pihaknya tengah mempertimbangkan untuk memindahkan markas perjuangan Sandiaga ke Jawa Tengah.

Dengan demikian, kata Sudirman, Sandiaga akan lebih mudah mengatur strategi pemenangan pada sisa masa kampanye.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X