17 Desember, 120 Unit Huntara di Sulawesi Tengah Siap Dihuni

Kompas.com - 12/12/2018, 21:11 WIB
Pembangunan hunian sementara (huntara) di Sulawesi Tengah. Kementerian PUPRPembangunan hunian sementara (huntara) di Sulawesi Tengah.

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menyatakan, 120 unit hunian sementara ( huntara) di Sulawesi Tengah siap dihuni pada 17 Desember mendatang.

Hal itu disampaikan usai mengikuti rapat terbatas penanganan gempa di NTB dan Sulawesi Tengah di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Rabu (12/12/2018).

"Ini nanti tanggal 17 sudah siap pakai 120 unit, sudah termasuk listriknya segala," kata Basuki.

Baca juga: Kalla Sebut Pembangunan Sebagian Huntara di Sulawesi Tengah Rampung Akhir Tahun

Ia menambahkan, 1 unit huntara terdiri dari 12 ruangan. Masing-masing ruangan luasnya 17 meter persegi.

Huntara tersebut dilengkapi kamar mandi umum, dapur umum, jaringan listrik sehingga bisa memberikan kenyamanan bagi penghuninya.

Basuki menambahkan 1 unit huntara bisa dihuni oleh 12 kepala keluarga.

"Itu ada kipas angin, listrik. Jadi orang akan lebih nyaman tinggal di situ daripada di tenda," ujar Basuki.

Baca juga: 116 Huntara Sulteng Siap Huni Desember 2018

Menteri PUPR Basuki HadimuljonoKompas.com/DANI PRABOWO Menteri PUPR Basuki Hadimuljono

Pemerintah sedianya menargetkan membangun 1.200 huntara namun masih terkendala ketersediaan lahan.

Sebab, banyak lahan yang masuk dalam kategori merah, yakni tak boleh didirikan bangunan karena rawan terjadi likuefaksi.

Adapun daerah yang masuk kategori kuning, yang berarti rawan gempa, juga tak boleh didirikan bangunan baru.

Baca juga: BUMN Bangun 550 Huntara bagi Korban Gempa

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X