Pemerintah Persilakan DPR Bentuk Pansus untuk Kasus E-KTP yang Tercecer

Kompas.com - 12/12/2018, 18:21 WIB
Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Zudan Arif Fakrulloh mendatangi kantor Bareskrim, Gambir, Jakarta Pusat, Senin (10/12/2018). KOMPAS.com/Reza JurnalistonDirektur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Zudan Arif Fakrulloh mendatangi kantor Bareskrim, Gambir, Jakarta Pusat, Senin (10/12/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Zudan Arif Fakrulloh mempersilakan DPR untuk membentuk panitia khusus ( Pansus) terkait temuan e-KTP yang ditemukan di beberapa tempat.

Hal itu disampaikan Zudan menanggapi wacana pembentukan Pansus untuk menelusuri temuan e-KTP yang ditemukan di berbagai daerah.

“Ya monggo itu (Pansus) ruang kewenangan DPR,” kata Zudan saat dihubungi Kompas.com, Rabu (12/12/2018).

Zudan tak banyak komentar mengenai wacana akan dibentuknya Pansus DPR untuk menelusuri ditemukannya e-KTP diberbagi tempat.

“Kami nggak ikut-ikut rumahnya tangganya DPR,” ujar Zudan.

Baca juga: Fakta-fakta Seputar Kasus Penjualan Blangko e-KTP

Zudan menyebutkan, pihaknya terus mendalami ditemukannya kartu tanda penduduk elektronik ( E-KTP) di Kelurahan Pondok Kopi, Duren Sawit, Jakarta Timur.

Menurut Zudan, e-KTP yang ditemukan di area persawahan Duren Sawit bukan tercecer melainkan sengaja dibuang.

“Itu indikasinya kuat bahwa itu dibuang,” ujar Zudan.

Sebelumnya, Ketua DPR Bambang Soesatyo meminta Kementerian Dalam Negeri mendalami ribuan e-KTP yang tercecer di daerah Pondok Kopi, Jakarta Timur, secara serius. Pasalnya, menurut Bambang, usulan untuk membentuk Panitia Khusus (Pansus) mulai terdengar dari sejumlah anggota Komisi II.

Pembentukan Pansus bertujuan menginvestigasi kasus tercecernya e-KTP.

Baca juga: Polisi Temukan 3 Karung Berisi E-KTP di Area Perkebunan Sumatera Barat

"Kami mengimbau Mendagri untuk lebih serius mendalami kasus ini. Kalau perlu dibentuk tim, karena suara-suara di Komisi II sudah hampir nyaring juga untuk membikin semacam pansus," ujar Bambang di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (10/12/2018).

Halaman:
Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku
Komentar


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X