Kompas.com - 12/12/2018, 18:16 WIB
Agus Sudibyo dari Jaringan Wartawan Anti Hoaks (Jawarah) di Kantor PWI Jakarta, Selasa (13/3/2018). KOMPAS.com/ABBA GABRILLINAgus Sudibyo dari Jaringan Wartawan Anti Hoaks (Jawarah) di Kantor PWI Jakarta, Selasa (13/3/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Anggota Dewan Pers Agus Sudibyo mengatakan, diperlukan solusi secara sistemik untuk membendung dampak teknologi baru, misalnya maraknya berita bohong atau hoaks.

Agus pun menyarankan literasi media dimasukkan ke dalam kurikulum pendidikan.

"Karena dampak new media sudah sistemik, struktural, organik, maka responnya juga harus sistemik, yaitu masuk dalam kurikulum pendidikan," ujar Agus saat acara diskusi bertajuk "Peran Media Massa di Era Demokrasi Digital" oleh Habibie Center, di Hotel Le Meridien, Jakarta Pusat, Rabu (12/12/2018).

Baca juga: Literasi Media dan Kabar Bohong yang Beredar Cepat

Ia pun memberi contoh beberapa negara yang telah menerapkan hal tersebut, misalnya Korea Selatan, Australia, dan Denmark.

Menurutnya, literasi menjadi tanggung jawab semua pihak, mulai dari keluarga, pengajar, pemerintah, hingga industri terkait.

"Perlu ada terobosan ke sana sehingga literasi media menyelamatkan masyarakat dari resiko teknologi baru menjadi kewajiban bersama," ungkapnya.

Baca juga: Penting, Literasi Media untuk Orangtua Generasi Milenial

Di antara pihak-pihak tersebut, yang paling bertanggungjawab menurutnya adalah pihak industri.

Agus berpendapat, perusahaan teknologi tidak boleh hanya mengambil keuntungan, kemudian lepas tangan dan tutup mata terhadap bahaya yang mengintai masyarakat dari teknologi baru.

Ia pun berpendapat, biaya pendidikan literasi yang dimasukkan ke dalam kurikulum perlu dibebankan kepada industri tersebut.

"Terutama menurut saya kewajiban industri, entah itu menjadi kewajiban atau menjadi pengalihan dari kewajiban pajak," ujar dia.

Kompas TV Kompas Gramedia Kota Ternate menguatkan budaya literasi di kalangan mahasiswa lewat pelatihan jurnalistik pada Sabtu (8/12) di Kampus C Fakultas Ilmu Keguruan dan Pendidikan Universitas Khairun, Ternate.<br /> <br /> Kegiatan tersebut digelar atas kerja sama Kompas Gramedia Ternate dengan program studi pendidikan dan sastra bahasa UN-Khair.

 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X