BSSN Prediksi Tiga Potensi Serangan Siber di Pemilu 2019

Kompas.com - 12/12/2018, 15:34 WIB
Direktur Deteksi Ancaman BSSN Sulistyo usai menghadiri seminar bertajuk Diseminasi Deteksi Ancaman Siber 2018 di Hotel Aston, Jakarta, Rabu (12/12/2018). CHRISTOFORUS RISTIANTO/KOMPAS.com Direktur Deteksi Ancaman BSSN Sulistyo usai menghadiri seminar bertajuk Diseminasi Deteksi Ancaman Siber 2018 di Hotel Aston, Jakarta, Rabu (12/12/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Siber dan Sandi Negara ( BSSN) memprediksi, ada tiga serangan siber yang akan muncul pada Pemilu 2019 yakni hack, leak, dan amplify.

Hal itu dikatakan Direktur Deteksi Ancaman BSSN Sulistyo dalam seminar bertajuk "Diseminasi Deteksi Ancaman Siber 2018" di Hotel Aston, Jakarta, Rabu (12/12/2018).

"Untuk serangan berbentuk hack nantinya akan melakukan proses peretasan terhadap infrastruktur penghitungan suara," kata Sulistyo.

Sementara, serangan leak adalah upaya suatu pihak untuk membocorkan informasi. Biasanya, serangan ini berasal dari penyelenggara pemilu ataupun pesaing peserta pemilu.

Baca juga: KPU Diingatkan Bersiap Hadapi Kemungkinan Serangan Siber dalam Pemilu

Ada pun, serangan amplify merupakan serangan yang bertujuan memviralkan sejumlah data pribadi salah satu peserta pemilu.

"Amplify  berhubungan dengan informasi pribadi milik pesaing atau kompetitor, lalu diviralkan dan menjadi kampanye hitam. Kasus seperti ini yang sering terjadi di Indonesia," ujar dia.

Sulistyo menambahkan, selain tiga model serangan tersebut, yang perlu diwaspadai adalah serangan melalui alamat protokol internet (IP Address) anonim yang dioperasikan bisa dari Indonesia atau negara lain.

Baca juga: KPU Minta Masyarakat Tak Khawatir dengan Serangan Siber Jelang Pemilu

"Artinya, bisa jadi IP Address-nya dari luar negeri, tapi belum tentu dari sana. Bisa saja itu IP yang dioperasikan melalui satu negara," kata Sulistyo.

BSSN juga mengamati sejumlah pemilu di negara lain sebagai cara melihat pola dan statistik serangan, seperti Brexit di Inggris dan Pilpres 2016 di Amerika Serikat.

"Dari situ akan terlihat deteksi ancaman yang akan terjadi di Indonesia. Empat puluh persen serangan yang masuk itu bentuknya malware. Jadi bisa virus, trojan, bot, dan terakhir ransomware," ujar dia.

KOMPAS.com/Akbar Bhayu Tamtomo Alur Aduan Insiden Siber

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jokowi Teken PP, Pembinaan Bela Negara Dilakukan di Lingkup Pendidikan hingga Pekerjaan

Jokowi Teken PP, Pembinaan Bela Negara Dilakukan di Lingkup Pendidikan hingga Pekerjaan

Nasional
Soal Polantas Tak Perlu Menilang, Ini Penjelasan Lengkap Listyo Sigit

Soal Polantas Tak Perlu Menilang, Ini Penjelasan Lengkap Listyo Sigit

Nasional
Calon Kapolri Listyo Sigit: Tidak Ada Agama yang Mengajarkan Terorisme

Calon Kapolri Listyo Sigit: Tidak Ada Agama yang Mengajarkan Terorisme

Nasional
Airlangga Hartarto yang Terungkap Pernah Terinfeksi Covid-19...

Airlangga Hartarto yang Terungkap Pernah Terinfeksi Covid-19...

Nasional
Kepada Listyo Sigit, Benny K Harman: Jangan Hanya Tajam ke Kami yang di Luar Pemerintahan

Kepada Listyo Sigit, Benny K Harman: Jangan Hanya Tajam ke Kami yang di Luar Pemerintahan

Nasional
Kepada Listyo Sigit, Anggota Komisi III Pertanyakan Polri Tak Bisa Buru 11 Teroris di Poso

Kepada Listyo Sigit, Anggota Komisi III Pertanyakan Polri Tak Bisa Buru 11 Teroris di Poso

Nasional
Kasus Hate Speech, Calon Kapolri Listyo Sigit: Kalau Biasa, Minta Maaf Selesai, tapi...

Kasus Hate Speech, Calon Kapolri Listyo Sigit: Kalau Biasa, Minta Maaf Selesai, tapi...

Nasional
Penanganan Kasus Korupsi, Calon Kapolri Listyo Sigit Siap Kerja Sama dengan KPK dan Kejaksaan

Penanganan Kasus Korupsi, Calon Kapolri Listyo Sigit Siap Kerja Sama dengan KPK dan Kejaksaan

Nasional
PP 3/2021 Terbit, Presiden Dapat Mobilisasi Warga Negara dalam Keadaan Perang

PP 3/2021 Terbit, Presiden Dapat Mobilisasi Warga Negara dalam Keadaan Perang

Nasional
Hari ke-12, Basarnas Fokus Cari CVR Sriwijaya Air SJ 182 di Bawah Air

Hari ke-12, Basarnas Fokus Cari CVR Sriwijaya Air SJ 182 di Bawah Air

Nasional
Kemendagri Imbau Pemda Kurangi Pengadaan Rapid Test Antibodi

Kemendagri Imbau Pemda Kurangi Pengadaan Rapid Test Antibodi

Nasional
Selain Bisa Pakai Bahasa Asing, Ini Prinsip Penamaan Pulau, Laut, Gunung, dan Rupabumi Lain

Selain Bisa Pakai Bahasa Asing, Ini Prinsip Penamaan Pulau, Laut, Gunung, dan Rupabumi Lain

Nasional
Calon Kapolri Ingin Ciptakan Kesetaraan Layanan Kesehatan Bagi Personel Polri di Daerah Terpencil

Calon Kapolri Ingin Ciptakan Kesetaraan Layanan Kesehatan Bagi Personel Polri di Daerah Terpencil

Nasional
'Kita yang Menderita Terpaksa Mengungsi, Eh Kita Juga Keliling Cari Bantuan'

"Kita yang Menderita Terpaksa Mengungsi, Eh Kita Juga Keliling Cari Bantuan"

Nasional
Anggota DPR: Paparan Listyo Sigit Seolah Ingin Merevolusi Polri

Anggota DPR: Paparan Listyo Sigit Seolah Ingin Merevolusi Polri

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X