Pengurus PCNU Tangerang Deklarasi Dukung Jokowi-Ma'ruf

Kompas.com - 12/12/2018, 12:20 WIB
Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Tangerang mendeklarasikan dukungan kepada pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01, Joko Widodo-Maruf Amin. Deklarasi dilakukan di kediaman Maruf di Jalan Situbondo, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (12/12/2018). KOMPAS.com/IhsanuddinPengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Tangerang mendeklarasikan dukungan kepada pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01, Joko Widodo-Maruf Amin. Deklarasi dilakukan di kediaman Maruf di Jalan Situbondo, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (12/12/2018).
Penulis Ihsanuddin
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Tangerang mendeklarasikan dukungan kepada pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01, Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

Deklarasi dilakukan di kediaman Ma'ruf di Jalan Situbondo, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (12/12/2018).

Sebelumnya, Ma'ruf Amin dan para pengurus PCNU Kota Tangerang terlebih dahulu menggelar pertemuan tertutup selama sekitar satu setengah jam.

Baca juga: Maruf Amin: 2018 Mengesankan, Tanpa Diduga Saya Dipilih Jadi Cawapres

Usai pertemuan, pengurus PCNU Kota Tangerang langsung membacakan deklarasinya.

"Menyatakan dukungan total kepada pasangan capres dan cawapres nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin," kata Arif Hidayat, Khatib Syuriah PCNU Kota Tangerang, diikuti oleh pengurus lain.

Ma'ruf Amin berterima kasih kepada seluruh pengurus PCNU Tangerang yang telah hadir, mendoakan serta mendukungnya di Pilpres.

Baca juga: Di Balik Dukungan DPW PAN Kalsel ke Jokowi-Maruf, Ikuti Suara Rakyat hingga Ancaman Sanksi dari DPP

"Mudah-mudahan dukungan ini akan menambah elektabilitas kami. Kami akan memenangkan nanti di kota Tangerang, bukan sekadar menang, tapi menang telak, menang banyak," kata dia.

Namun, Ma'ruf juga berpesan agar pendukungnya tak menggunakan kampanye negatif dan kampanye hitam.

Ia berharap, kampanye tetap bisa dilakukan dengan cara santun, beradab, dan bermartabat.

"Jangan menggunakan fitnah, hoax, ujaran kebencian, tetap menjaga keutuhan bangsa dan umat. Jangan sampai kita ingin menang mengabaikan keutuhan bangsa, merusak dan memecah belah kesatuan bangsa. Kemenangan penting, tapi keutuhan bangsa lebih penting," tambah dia.

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

KPK Tetapkan Mantan Sekretaris MA Nurhadi sebagai Tersangka

KPK Tetapkan Mantan Sekretaris MA Nurhadi sebagai Tersangka

Nasional
Sri Mulyani Sebut Surpres RUU Omnibus Law Bidang Perpajakan Dikirim Pekan Ini

Sri Mulyani Sebut Surpres RUU Omnibus Law Bidang Perpajakan Dikirim Pekan Ini

Nasional
KPU Didorong Atur Calon Kepala Daerah Eks Napi Umumkan Rekam Jejak di TPS

KPU Didorong Atur Calon Kepala Daerah Eks Napi Umumkan Rekam Jejak di TPS

Nasional
'City Manager' Ibu Kota Baru Dipilih Tanpa Pemilu

"City Manager" Ibu Kota Baru Dipilih Tanpa Pemilu

Nasional
Bupati Puncak: Idealnya Ada 6 Provinsi di Papua

Bupati Puncak: Idealnya Ada 6 Provinsi di Papua

Nasional
Soal Kemungkinan Dukung Gibran dan Bobby, Gerindra: Tergantung Survei

Soal Kemungkinan Dukung Gibran dan Bobby, Gerindra: Tergantung Survei

Nasional
Survei Median Sebut Gibran Tak Populer di Pilkada Solo, Ini Respons Puan

Survei Median Sebut Gibran Tak Populer di Pilkada Solo, Ini Respons Puan

Nasional
Muhammadiyah: Majelis Taklim Tak Perlu Jadi Sasaran Hadapi Radikalisme

Muhammadiyah: Majelis Taklim Tak Perlu Jadi Sasaran Hadapi Radikalisme

Nasional
Survei Median: Pemilih PDI-P di Solo Terbelah, Elektabilitas Gibran di Bawah Petahana

Survei Median: Pemilih PDI-P di Solo Terbelah, Elektabilitas Gibran di Bawah Petahana

Nasional
Jaksa Telusuri Penukaran Uang Rp 3,5 Miliar ke Dollar Singapura untuk Eks Dirut PTPN III

Jaksa Telusuri Penukaran Uang Rp 3,5 Miliar ke Dollar Singapura untuk Eks Dirut PTPN III

Nasional
Survei Median: Mayoritas Responden Anggap Pencalonan Gibran Bukan Politik Dinasti

Survei Median: Mayoritas Responden Anggap Pencalonan Gibran Bukan Politik Dinasti

Nasional
Ketua DPR: Omnibus Law Bukan 'Legacy' Presiden, tetapi Seluruh Bangsa

Ketua DPR: Omnibus Law Bukan "Legacy" Presiden, tetapi Seluruh Bangsa

Nasional
Saksi Akui Antar 345.000 Dollar Singapura ke Eks Dirut PTPN III

Saksi Akui Antar 345.000 Dollar Singapura ke Eks Dirut PTPN III

Nasional
Soal Amendemen UUD 1945, Muhammadiyah Usul Jabatan Presiden Tetap 2 Periode

Soal Amendemen UUD 1945, Muhammadiyah Usul Jabatan Presiden Tetap 2 Periode

Nasional
Ketum PP Muhammadiyah Dukung Amendemen UUD 1945 Terbatas soal GBHN

Ketum PP Muhammadiyah Dukung Amendemen UUD 1945 Terbatas soal GBHN

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X