Kompas.com - 12/12/2018, 11:24 WIB
|
Editor Krisiandi

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Badan Pelaksana Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) Anggito Abimanyu menyatakan, saat ini dana yang dikelola pihaknya telah mencapai Rp 110 triliun atau meningkat Rp 10 triliun dari dana awal. 

Menurut Anggito, dana awal di rekening Kementerian Agama (Kemenag) yang dimutasikan ke rekening BPKH sebesar Rp 100 triliun. Mutasi dilakukan di awal tahun 2018.

Hal itu disampaikan Anggito dalam sambutannya di acara pembukaan Rapat Kerja Nasional BPKH di Kantor Kemenag, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Rabu (12/12/2018). Rapat tersebut juga dihadiri Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Baca juga: BPKH Targetkan Tambah Dana Pengelolaan Haji Rp 10 Triliun Tiap Tahun

"Nilai dana kelolaan BPKH alhamdulillah sudah menyentuh angka 110 triliun. Dana ini meningkat kurang lebih 10 triliun kalau dibanding dengan jumlah dana yang dipindahkan atau dimutasikan ke rekening Kemenag ke rekening BPKH pada Januari 2018," ujar Anggito.

Dengan demikian, lanjut Anggito, terdapat peningkatan dana kelolaan sebesar Rp 1 triliun setiap bulannya.

Karena itu, kata dia, BPKH optimistis bisa mencapai target dana haji yang dikelola sebesar Rp 150 triliun dalam lima tahun ke depan.

Optimisme itu, kata Anggito, dibangun atas proyeksi peningkatan pendapatan per kapita penduduk muslim di Indonesia yang terus meningkat setiap tahunnya.

Baca juga: Presiden Teken Perpres BPKH, Komisi VIII DPR Harap Pengelolaan Keuangan Haji Lebih Baik

Itu juga didukung oleh meningkatnya kesadaran penduduk muslim di Indonesia untuk menunaikan ibadah haji.

Ia menambahkan pada tahun 2017 nilai manfaat dari hasil penempatan dana kelolaan mencapai Rp 4,7 triliun. Nilai manfaat tersebut mengalami peningkatan menjadi sekitar Rp 6 triliun pada tahun 2018.

"Ke depan kami menargetkan kenaikan nilai manfaat yang mencapai lebih dari Rp 1 triliun per tahun dan mengakselerasi kegiatan alokasi dana haji, sebagian besar akan dialokasiakan untuk investasi berlangsung," kata dia.

Kompas TV Pagi ini team Sapa Santri akan menyapa alumni santri yang berada di salah satu kota industri yang ada di Jawa Timur yaitu di Kota Sidoarjo, Jawa Timur. Namanya Haji Masnuh Masrur Arif yang akrab dipanggil dengan Abah Masrur. Terlahir sebagai anak tunggal dan dari keluarga yang sangat mencintai pondok pesantren Abah Masrur diperkenalkan kehidupan pondok pesantren oleh ayahnya semenjak lulus dari Madrasah Iftida'iyah pada tahun 1966.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.