Kompas.com - 12/12/2018, 06:45 WIB

1. La Nyalla Minta Maaf pada Jokowi

Mantan pendukung Prabowo Subianto, La Nyalla Mataliti, meminta maaf kepada Joko Widodo karena pernah menyebarkan isu Jokowi PKI di masa Pilpres 2014.

Ia mengaku menyebarkan fitnah itu di Jawa Timur dan Madura. Ia kini keliling untuk meredam isu tersebut.

"Saya sudah minta maaf, dan saya mengakui bahwa saya yang sebarkan isu PKI itu," kata La Nyalla.

Baca selengkapnya. Baca juga: La Nyalla: Lupakan, Tidak Usah Ngomongin Prabowo Lagi...

 

2. Merasakan 15 Menit Naik MRT dari Bundaran HI ke Lebak Bulus...

Wartawan Balai Kota DKI Jakarta mencoba naik moda raya terpadu (MRT) dari Bundaran HI ke Lebak Bulus.KOMPAS.com/NIBRAS NADA NAILUFAR Wartawan Balai Kota DKI Jakarta mencoba naik moda raya terpadu (MRT) dari Bundaran HI ke Lebak Bulus.

PT MRT Jakarta menguji coba keretanya pada Senin (11/12/2018) dengan membawa rombongan Gubernur DKI beserta wartawan dari Balai Kota DKI Jakarta.

Kompas.com yang juga ikut dalam uji coba itu merasakan naik kereta dari Stasiun Bundaran HI ke Stasiun Lebak Bulus dengan waktu tempuh 15 menit karena tidak berhenti di setiap stasiun.

Kesiapan MRT sudah 97,5 persen.

Baca selengkapya.  Baca juga: INFOGRAFIK: Mengenal Perbedaan KRL, MRT, dan LRT...

 

3. Puncak Gunung Semeru Bertopi, Bagaimana penjelasannya?

Puncak Gunung Semeru atau Mahameru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur tertutup awan sehingga terlihat seperti bertopi pada Senin (10/12/2018)Dok. BB TNBTS Puncak Gunung Semeru atau Mahameru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur tertutup awan sehingga terlihat seperti bertopi pada Senin (10/12/2018)

Puncak Gunung Semeru atau yang dikenal dengan sebutan Mahameru, Jawa Timur, mengalami fenomena yang tidak biasa.

Puncak "para dewa" itu tertutup awan yang melingkar sehingga membuatnya seperti bertopi.

Apa yang terjadi? Bagaimana penjelasannya?

Baca selengkapnya. 

 

4. PAN Akan Copot Ketua DPW Kalsel karena Dukung Jokowi-Ma'ruf

Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Amanat Nasional (PAN) Kalimantan Selatan mendeklarasikan dukungan kepada pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01, Joko Widodo dan Maruf Amin. Dok. DPW PAN Kalsel Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Amanat Nasional (PAN) Kalimantan Selatan mendeklarasikan dukungan kepada pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01, Joko Widodo dan Maruf Amin.

Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Amanat Nasional ( PAN) akan memberhentikan Muhidin dari posisi Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PAN Kalimantan Selatan.

Pemberhentian itu dilakukan karena Muhidin mendeklarasikan dukungan kepada pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

Padahal, PAN sejak awal mengusung pasangan nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Baca selengkapnya

 

5. Waktu Perkiraan Bebas dan Kejutan yang Disiapkan Ahok...

Terdakwa kasus dugaan penodaan agama, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok mengikuti sidang pembacaan putusan di Pengadilan Negeri Jakarta Utara di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, Selasa (9/5/2017). Majelis hakim menjatuhkan hukuman pidana 2 tahun penjara. Basuki Tjahaja Purnama dan kuasa hukumnya menyatakan banding.KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMO Terdakwa kasus dugaan penodaan agama, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok mengikuti sidang pembacaan putusan di Pengadilan Negeri Jakarta Utara di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, Selasa (9/5/2017). Majelis hakim menjatuhkan hukuman pidana 2 tahun penjara. Basuki Tjahaja Purnama dan kuasa hukumnya menyatakan banding.

Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok sudah ditahan sejak 9 Mei 2017.

Ia harus menjalani vonis dua tahun penjara dalam kasus penodaan agama.

Kini, masa tahanan Ahok akan segera berakhir. Ia diperkirakan bebas pada 24 Januari 2019.

Ahok disebut tengah mempersiapkan kejutan setelah ia bebas.

Baca selengkapnya. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.