JK: Pemerintah Tak Selalu Tertuduh dalam Pelanggaran HAM, Terkadang Jadi Korban

Kompas.com - 11/12/2018, 16:26 WIB
Wakil Presiden Jusuf Kalla di Istana Wapres, Jakarta, Jumat (23/11/2018)Kompas.com/Rakhmat Nur Hakim Wakil Presiden Jusuf Kalla di Istana Wapres, Jakarta, Jumat (23/11/2018)

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Presiden Jusuf Kalla menilai pemerintah tak selalu menjadi yang tertuduh dalam pelanggaran HAM. Menurut Kalla terkadang pemerintah justru dilanggar hak asasinya.

"Pemerintah bukan hanya dalam posisi selalu tertuduh. Tapi pemerintah menjadi korban daripada HAM tersebut," kata Kalla dalam acara peringatan HAM Internasional di Kantor Komnas HAM, Jakarta, Selasa (11/12/2018).

Baca juga: Presiden Jokowi Batal Hadiri Acara Peringatan Hari HAM Internasional

Menurutnya, hal itu terjadi saat kelompok kriminal separatis bersenjata (KKSB) menyerang pekerja konstruksi dan anggota TNI di Papua pekan lalu.

Kalla mengatakan, dalam kasus tersebut justru pemerintah menjadi korban pelanggaran HAM karena anggota TNI dibunuh dan disiksa oleh KKSB di Papua.

"Apa yang terjadi di Papua pada minggu lalu, tentu kita menyadari, siapa yang melanggar HAM. Tentu bukan tentara. Tapi sebaliknya, masyarakat yang antipemerintahan juga sangat melanggar HAM. Itu harus kita pahami," kata Kalla.

Baca juga: Buku Saku HAM untuk Brimob Dilatari Tren Pengaduan terhadap Kepolisian

"Karena ada cenderung bahwa yang melanggar HAM selalu pemerintah. Selalu orang lain. Tapi juga masyarakat (antipemerintah di Papua) melanggar HAM, membunuh tanpa alasan kepada semua orang yang ada di apa itu, pekerja di Papua itu. Itu pelanggaran hukum yang berat," lanjut dia.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X