Tawa Jokowi bersama Para Budayawan...

Kompas.com - 09/12/2018, 23:28 WIB
Presiden RI Joko Widodo berdialog dengan kepala desa dan pendamping desa asal Boyolali. Jokowi sempat tertawa dan lupa bertanya ketika mendengar istilah Tampang Boyolali, Kamis (22/11/2018) di SemarangDok. Humas Pemprov Jawa Tengah Presiden RI Joko Widodo berdialog dengan kepala desa dan pendamping desa asal Boyolali. Jokowi sempat tertawa dan lupa bertanya ketika mendengar istilah Tampang Boyolali, Kamis (22/11/2018) di Semarang

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo menghadiri acara penyerahan strategi kebudayaan dalam rangka Kongres Kebudayaan Indonesia 2018 di Kantor Kementerian Kebudayaan, Jakarta, Minggu (9/12/2018).

Acara tersebut dihadiri oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mendikbud Muhadjir Effendy dan Direktur Jenderal Kebudayaan Kemendikbud Hilmar Farid.

Hadir pula sejumlah budayawan dan satrawan di sana. Beberapa di antara mereka yang hadir ialah budayawan sekaligus sastrawan asal Madura D. Zawawi Imron dan sastrawan Putu Wijaya.

Jokowi kerap terlihat tertawa saat Zawawi Imron menyampaikan sambutan dalam acara tersebut. Salah satunya saat Zawawi membacakan puisi tentang persatuan. Dia menganalogikan tindakan untuk saling menjaga kerukunan dengan dubur ayam.

Baca juga: Jokowi: Interaksi Jangan Didominasi Kontestasi Semata

"Telur. Dubur ayam yang mengeluarkan telur, lebih mulia dari mulut intelektual yang hanya menjanjikan telur," ucap Zawawi lalu disambut tawa dan tepuk tangan para peserta kongres, tak terkecuali Presiden Jokowi.

Dalam sambutannya, Zawawi memang banyak menyampaikan pesan persatuan agar masyarakat Indonesia tak terpecah belah.

Ia lantas menceritakan kekaguman mantan rektor Universitas Al Azhar Mahmud Syaltut saat berkunjung ke Indonesia di era kepresidenan Soekarno. Saat itu, kata Zawawi, rektor Universitas Al Azhar tersebut takjub dengan keindahan alam Indonesia.

"Profesor Mahmud Syaltut walaupun beliau bukan penyair akhirnya muncul dari hatinya rumusan Indonesia yang sangat indah. Apa katanya, beliau berucap dalam Bahasa Arab, 'Indonesia adalah serpihan potongan surga yang diturunkan oleh Allah di bumi," ujar Zawawi menirukan ucapan rektor Al Azhar itu.

Baca juga: Presiden Jokowi Beri Penghargaan kepada 2 Budayawan dan 2 Sastrawan

Oleh karena itu, ia mengajak semua pihak agar terus bersatu dan tidak saling menyebarkan ujaran kebencian. 

Jokowi yang kemudian memberikan sambutan lantas menyinggung kembali keriuhan yang dibawakan Zawawi sebelumnya.

"Sebetulnya tadi sudah cukup yang disampaikan Pak Zawawi Imron karena saya lihat kita semua gembira. Karena menurut saya, inti kebudayaan itu kegembiraan," ujar Jokowi yang kembali disambut tawa dan tepuk tangan peserta kongres.




Close Ads X