Jika Gagal di Pilpres 2019, Prabowo Pilih Pensiun dan Kembali Berkuda

Kompas.com - 08/12/2018, 09:00 WIB
Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto berpidato saat menghadiri peringatan Hari Disabilitas Internasional di Jakarta, Rabu (5/12/2018). Dalam acara tersebut Prabowo menyatakan akan memperjuangkan dan memperhatikan kaum difabel agar hidup terhormat dan layak serta mendapatkan fasilitas yang memadai. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/ama.ANTARA/Hafidz Mubarak A Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto berpidato saat menghadiri peringatan Hari Disabilitas Internasional di Jakarta, Rabu (5/12/2018). Dalam acara tersebut Prabowo menyatakan akan memperjuangkan dan memperhatikan kaum difabel agar hidup terhormat dan layak serta mendapatkan fasilitas yang memadai. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/ama.

JAKARTA, KOMPAS.com — Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto menghadiri acara makan malam dan ramah tamah bersama para pengusaha Tionghoa di Super Ballroom Suncity, Gedung Lindeteves, Jalan Hayam Wuruk, Jakarta Barat, Jumat (7/12/2018) malam.

Acara tersebut dihadiri ratusan pengusaha Tionghoa yang berasal dari sejumlah daerah.

Usai acara makan malam, Prabowo sempat memaparkan visi misinya bertajuk "Tionghoa dan Bisnis di Mata Prabowo".

Baca juga: Bagaimana Prabowo Memandang Tionghoa di Indonesia?

Di akhir pemaparan, Ketua Umum Partai Gerindra itu berjanji akan bekerja keras jika terpilih menjadi presiden pada Pilpres 2019.

"Kalau saya dipilih, saya akan kerja keras," ujar Prabowo.

Setelah itu, ia mengungkapkan rencananya ketika nanti tidak berhasil terpilih sebagai presiden.

Prabowo berencana pensiun dan melakukan hobinya, yakni berkuda.

"Kalau saya tidak dipilih, ya saya jadi pensiunan, saya naik kuda saja nanti," kata Prabowo yang disambut tawa dan tepuk tangan seluruh tamu yang hadir.

"Terima kasih kalau Saudara mau dukung saya terima kasih. Kalau Saudara tidak dukung saya, tidak ada masalah," tuturnya.

Baca juga: Ini Filsafat Tiongkok yang Pengaruhi Gaya Kepemimpinan Prabowo

Di pengujung acara, sejumlah pengusaha memberikan donasi atau sumbangan untuk Badan Pemenangan Nasional (BPN) pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Total sumbangan Rp 460 juta yang diberikan oleh 16 pengusaha Tionghoa.

Jumlah sumbangan paling besar yang diterima Prabowo malam itu mencapai Rp 250 juta dari seorang pengusaha bernama Kasidi atau Ahok.

Acara makan malam dan ramah tamah tersebut digagas oleh sejumlah pengusaha Tionghoa yang telah menyatakan mendukung Prabowo pada Pilpres 2019.

Baca juga: Survei LSI: 2 Bulan Kampanye, Elektabilitas Jokowi-Maruf 53,2 Persen, Prabowo-Sandiaga 31,2 Persen

Tujuannya agar warga dari komunitas Tionghoa, khususnya dari kalangan pengusaha, lebih mengenal visi misi yang diusung Prabowo.

Hadir dalam acara tersebut Direktur Media dan Informasi Badan Pemenangan Nasional (BPN) Hashim Djojohadikusumo, anggota DPR dari Fraksi Partai Gerindra Aryo Djojohadikusumo, dan politisi Partai Gerindra Ahmad Dhani.

Hadir pula Politisi Partai Berkarya Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto, anggota BPN Maher Algadri dan Fuad Bawazier, serta Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Sugiono.



Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Terkini Lainnya


Close Ads X