Fraksi PKB Minta Menlu Kirimkan Nota Protes Terkait Twit Dubes Arab Saudi

Kompas.com - 07/12/2018, 18:02 WIB
Kompas TV Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Osama Al Shuhaibi, bertemu dengan sejumlah pimpinan Muhammadiyah. Salah satu topik yang dibahas dalam pertemuan adalah mengenai kasus hukum yang menimpa pimpinan FPI, Rizieq Shihab, di Arab Saudi beberapa waktu lalu. Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Osama Al Shuhaibi menyatakan perlu dicari tahu siapa pelaku yang memasang bendera hitam di kediaman Rizieq Shihab di Arab Saudi. Namun Osama enggan menyatakan secara gamblang apakah bendera tersebut dilarang oleh Pemerintah Arab Saudi atau tidak. Yang pasti menurut Osama, lafadz Tauhid memiliki arti penting bagi umat Islam. Selain itu Osama juga menyebut Rizieq tidak memiliki masalah secara finansial selama berada di Arab Saudi dan mendapat atensi dari Pemerintah Arab Saudi dan Indonesia.

HTI, kata Yaqut, merupakan suatu organisasi yang menggunakan agama dan simbolnya demi politik serta kekuasaan.

Organisasi itupun telah dilarang oleh Pemerintah Indonesia dan di beberapa negara di kawasan Timur Tengah.

Baca juga: Ini Kesepakatan Menko Polhukam dan Sejumlah Ormas Islam soal Pembakaran Bendera

Selain itu, Yaqut mengatakan, baik pelaku pembakaran maupun pelaku yang menyelundupkan bendera sudah diproses oleh kepolisian.

Terkait unggahan Dubes Arab Saudi tersebut, Yaqut meminta kepada Menteri Luar Negeri Arab Saudi Retno Marsudi untuk menggunakan koresponden diplomatik guna meminta klarifikasi dan permohonan maaf.

Sementara Ketua Umum PBNU Said Aqil Siroj mendesak pemerintah untuk menyampaikan nota protes kepada Kerajaan Arab Saudi dan memulangkan Osamah.

Baca juga: Wiranto Sebut Pembakaran Bendera Masalah Kecil yang Meluas ke Seluruh Indonesia

Said menilai Osamah telah melakukan pelanggaran diplomatik dengan mencampuri urusan politik negara lain.

Selain itu, menurut Said, Osamah telah dengan sengaja menyebarkan fitnah dengan menuduh bahwa aksi pembakaran bendera dilakukan oleh organisasi yang sesat atau menyimpang.

"Padahal GP Ansor sudah memberikan sanksi kepada oknum yang melakukan pembakaran. Bahkan kami keluarga besar NU menyesalkan kejadian tersebut," kata Said.

Halaman:


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Close Ads X