Presiden Jokowi: Bela Negara Tak Cukup Kumpulkan Massa, tapi Kerja Nyata - Kompas.com

Presiden Jokowi: Bela Negara Tak Cukup Kumpulkan Massa, tapi Kerja Nyata

Kompas.com - 07/12/2018, 13:56 WIB
Presiden Jokowi saat membuka Jambore Bela Negara Forum Komunikasi Putra Putri TNI-Polri (FKPPI) di Bumi Perkemahan Ragunan, Jalan RM Harsono, Jakarta Selatan, Jumat (7/12/2018).KOMPAS.com/Ihsanuddin Presiden Jokowi saat membuka Jambore Bela Negara Forum Komunikasi Putra Putri TNI-Polri (FKPPI) di Bumi Perkemahan Ragunan, Jalan RM Harsono, Jakarta Selatan, Jumat (7/12/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com — Presiden Joko Widodo mengingatkan bahwa membela negara bukan perkara mudah. Butuh aksi nyata untuk menguatkan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Hal itu disampaikan Presiden Jokowi kepada para peserta Jambore Kebangsaan Bela Negara Keluarga Besar Forum Komunikasi Putra Putri TNI-Polri (FKPPI) Tahun 2018.

"Tugas Saudara membela negara tidak mudah. Tidak cukup kumpulkan massa, tapi kerja nyata," kata Jokowi saat membuka acara jambore bela negara FKPPI di Bumi Perkemahan Ragunan, Jakarta Selatan, Jumat (7/12/2018).

Baca juga: Presiden: Akhir-akhir Ini Banyak Spanduk Jokowi PKI


Jokowi menegaskan, membela negara dengan kerja nyata itu bisa dilakukan dengan beragam cara, salah satunya melalui profesi.

Misalkan dokter, bisa membela negara dengan mengabdi menangani masalah kesehatan rakyat di daerah terpencil.

Begitu juga dengan insinyur. Dengan latar belakang teknik sipil, kata dia, insinyur bisa merencanakan dan mengawasi proyek konstruksi.

"Bisa jadi guru yang tanpa kenal lelah memberikan yang terbaik bagi bangsa. Juga bisa jadi pengusaha, socio preneur," tambah dia.

Baca juga: Presiden Jokowi Tantang Anak-anak Muda Menyalip di Tikungan

Jokowi meminta kader FKPPI tidak lengah dalam menjaga Pancasila. Jangan sampai ideologi lain masuk ke Indonesia dan menggerogoti Pancasila.

"Kita harus selalu jaga Pancasila, jaga NKRI, dan memastikan nilai-nilai Pancasila terus diterapkan dalam kehidupan berbangsa kita sehari-hari. Jangan sampai ideologi impor menggeser Pancasila yang pada akhirnya mengoyak NKRI, mengoyak Merah Putih," kata dia.

Jokowi melanjutkan, perpecahan harus dihindari di tengah keragaman suku, agama, tradisi, dan bahasa. Persatuan, kerukunan, dan persaudaraan harus terus dirawat.

"Di negara Pancasila, kepentingan negara harus diletakkan di atas kepentingan pribadi," ujar dia.


Terkini Lainnya


Close Ads X