Jadwal Wawancara CPNS Kemensetneg Diumumkan, Ini Informasi Lengkapnya

Kompas.com - 07/12/2018, 09:44 WIB
Ilustrasi tes CPNS KOMPAS/LASTI KURNIAIlustrasi tes CPNS
Penulis Mela Arnani
|
Editor Bayu Galih

KOMPAS.com - Peserta calon pegawai negeri sipil atau CPNS 2018 yang mendaftar di Kementerian Sekretariat Negara ( Kemensetneg) sudah dapat melihat jadwal wawancara.

Tes wawancara menjadi salah satu tahapan seleksi CPNS Kemensetneg 2018 bagi pelamar yang dinyatakan lolos seleksi kompetensi dasar (SKD) yang telah dilaksanakan beberapa waktu lalu.

Sebagai tambahan informasi, sebelumnya Kemensetneg telah mengumumkan sebanyak 297 peserta yang dinyatakan lolos SKD dan berhak mengikuti SKB pada 29 November lalu.

Namun, dalam pengumuman sebelumnya, jadwal wawancara bagi para peserta CPNS 2018 belum tertera.

Jadwal wawancara tersebut disampaikan menyusul oleh pihak Kemensetneg melalui situs resminya.

Surat bernomor P-07/D-3/12/2018 tersebut menyebutkan, pelaksanaan wawancara diselenggarakan pada Selasa-Kamis, 11-13 Desember 2018.

Baca juga: Dari 5.699 Peserta SKD Kemensetneg, Hanya 297 yang Lolos dan Ikuti SKB

Terkait dengan lokasi registrasi sebelum peserta melakukan wawancara dibedakan menjadi dua tempat berbeda.

Untuk peserta yang melamar formasi jabatan di lingkungan Kemensetneg, registrasi dilakukan di Lobi Gedung I Kemensetneg, Jalan Veteran Nomor 17-18, Jakarta Pusat.

Sementara peserta yang melamar formasi jabatan di lingkungan Sekretariat Kabinet ( Setkab) dilaksanakan di Lobi Gedung III Kemensetneg, Jalan Veteran, Nomor 17-18, Jakarta Pusat.

Sesuai informasi yang ada pada surat resmi bertandatangan Deputi Bidang Administrasi Aparatur selaku Ketua Tim Pengadaan CPNS Kemensetneg Cecep Sutiawan, peserta diharuskan datang selambat-lambatnya 30 menit sebelum jadwal wawancara yang telah ditentukan.

Peserta juga diminta untuk menaati beberapa aturan yang diberikan, serta membawa sejumlah dokumen.

Dokumen tersebut antara lain, kartu ujian CPNS dan KTP (atau surat keterangan engganti e-KTP/telah melakukan rekaman kependudukan yang dikeluarkan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil).

Peserta yang tidak dapat menghadiri atau mengikuti seleksi sesuai jadwal yang ditentukan, maka dianggap gugur.

Terkait dengan nama-nama peserta wawanacara, jadwal dan informasi lengkapnya dapat dilihat di sini.

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

KPK Tetapkan Tersangka Baru Kasus Pengadaan Laboratorium Madrasah yang Juga Jerat Zulkarnaen Djabar

KPK Tetapkan Tersangka Baru Kasus Pengadaan Laboratorium Madrasah yang Juga Jerat Zulkarnaen Djabar

Nasional
Soal Uang Kepala Daerah di Kasino, Nusron Wahid: Jangan Jadi Modus Korupsi Baru

Soal Uang Kepala Daerah di Kasino, Nusron Wahid: Jangan Jadi Modus Korupsi Baru

Nasional
KPK Tetapkan Mantan Sekretaris MA Nurhadi sebagai Tersangka

KPK Tetapkan Mantan Sekretaris MA Nurhadi sebagai Tersangka

Nasional
Sri Mulyani Sebut Surpres RUU Omnibus Law Bidang Perpajakan Dikirim Pekan Ini

Sri Mulyani Sebut Surpres RUU Omnibus Law Bidang Perpajakan Dikirim Pekan Ini

Nasional
KPU Didorong Atur Calon Kepala Daerah Eks Napi Umumkan Rekam Jejak di TPS

KPU Didorong Atur Calon Kepala Daerah Eks Napi Umumkan Rekam Jejak di TPS

Nasional
'City Manager' Ibu Kota Baru Dipilih Tanpa Pemilu

"City Manager" Ibu Kota Baru Dipilih Tanpa Pemilu

Nasional
Bupati Puncak: Idealnya Ada 6 Provinsi di Papua

Bupati Puncak: Idealnya Ada 6 Provinsi di Papua

Nasional
Soal Kemungkinan Dukung Gibran dan Bobby, Gerindra: Tergantung Survei

Soal Kemungkinan Dukung Gibran dan Bobby, Gerindra: Tergantung Survei

Nasional
Survei Median Sebut Gibran Tak Populer di Pilkada Solo, Ini Respons Puan

Survei Median Sebut Gibran Tak Populer di Pilkada Solo, Ini Respons Puan

Nasional
Muhammadiyah: Majelis Taklim Tak Perlu Jadi Sasaran Hadapi Radikalisme

Muhammadiyah: Majelis Taklim Tak Perlu Jadi Sasaran Hadapi Radikalisme

Nasional
Survei Median: Pemilih PDI-P di Solo Terbelah, Elektabilitas Gibran di Bawah Petahana

Survei Median: Pemilih PDI-P di Solo Terbelah, Elektabilitas Gibran di Bawah Petahana

Nasional
Jaksa Telusuri Penukaran Uang Rp 3,5 Miliar ke Dollar Singapura untuk Eks Dirut PTPN III

Jaksa Telusuri Penukaran Uang Rp 3,5 Miliar ke Dollar Singapura untuk Eks Dirut PTPN III

Nasional
Survei Median: Mayoritas Responden Anggap Pencalonan Gibran Bukan Politik Dinasti

Survei Median: Mayoritas Responden Anggap Pencalonan Gibran Bukan Politik Dinasti

Nasional
Ketua DPR: Omnibus Law Bukan 'Legacy' Presiden, tetapi Seluruh Bangsa

Ketua DPR: Omnibus Law Bukan "Legacy" Presiden, tetapi Seluruh Bangsa

Nasional
Saksi Akui Antar 345.000 Dollar Singapura ke Eks Dirut PTPN III

Saksi Akui Antar 345.000 Dollar Singapura ke Eks Dirut PTPN III

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X