Mardani: PKS dan Gerindra Cepat Selesaikan Urusan di DKI, Biar Menang di Pilpres - Kompas.com

Mardani: PKS dan Gerindra Cepat Selesaikan Urusan di DKI, Biar Menang di Pilpres

Kompas.com - 06/12/2018, 16:56 WIB
Wakil Ketua Komisi II Mardani Ali Sera di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (3/9/2018).KOMPAS.com/KRISTIAN ERDIANTO Wakil Ketua Komisi II Mardani Ali Sera di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (3/9/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera berharap kepengurusan PKS dan Partai Gerindra di tingkat DKI Jakarta tidak berlama-lama dalam menentukan sosok wakil gubernur.

Hal ini agar PKS DKI dan Gerindra DKI Jakarta bisa fokus mengurus Pemilihan Presiden 2019.

"Pokoknya kalau buat saya, Gerindra dan PKS cepat selesai urusan DKI biar menang di Pilpres. Makin lama DKI, makin repot Pilpres," ujar Mardani di kompleks parlemen, Kamis (6/12/2018).

Baca juga: Anies Senang dengan 2 Kandidat Cawagub DKI dari PKS


Mardani yakin rencana Gerindra untuk menggelar fit and proper test adalah untuk keterbukaan publik.

Mardani yakin adanya proses yang panjang ini lantaran dua partai pengusung Anies Baswedan dan Sandiaga Uno saat Pilkada DKI 2017 itu pasti sedang mencari wagub terbaik. Namun dia berharap prosesnya bisa dipercepat.

"Cari orang terbaik yang bisa mendampingi Mas Anies untuk memikul beban Jakarta yang berat. Perlu mencari orang yang terbaik, PKS siap kok," kata dia.

Setelah berbulan-bulan menghadapi kebuntuan soal wakil gubernur DKI Jakarta, Gerindra dan PKI kini kembali mandek dan tak kunjung bekerja memilih calon.

Baca juga: Fit and Proper Test Cawagub DKI, Gerindra Bantah Anggapan PKS

Pada 5 November 2018 lalu, Gerindra DKI dan PKS DKI sebenarnya telah bertemu dan sepakat wagub DKI yang akan diajukan keduanya berasal dari PKS. Mereka juga sepakat menggelar fit and proper test atau uji kepatutan dan kelayakan.

Sayangnya, setelah pertemuan itu, keduanya kembali mengambil sikap yang berlawan. Gerindra DKI menilai uji kepatutan dan kelayakan itu sebagai syarat wajib. Selain itu, Gerindra DKI bakal mengajukan kadernya jika calon dari PKS tak ada yang lolos.

Sementara PKS cenderung menolak adanya fit and proper test kendati telah setuju di awal.



Close Ads X