Timses: Seberat Apapun Tantangan, Pak Jokowi Tetap Bangun Papua - Kompas.com

Timses: Seberat Apapun Tantangan, Pak Jokowi Tetap Bangun Papua

Kompas.com - 06/12/2018, 15:54 WIB
Peta Jalan Trans-Papua Segmen 5Kompas.com/ERWIN HUTAPEA Peta Jalan Trans-Papua Segmen 5

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Direktur Bidang Saksi Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Lukman Edy, menyatakan, Papua akan terus dibangun meskipun mendapat tantangan pembunuhan sejumlah pekerja.

Hal itu disampaikan Lukman menanggapi peristiwa pembantaian sejumlah pekerja pembangunan jembatan di Kali Yigi-Kali Aurak, Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua.

"Seberat apapun tantangannya pasti Pak Jokowi tetap akan bangun Papua," kata Lukman di Posko Cemara, Menteng, Jakarta, Kamis (6/12/2018).

Baca juga: Bamsoet: Berapapun Biayanya, DPR Dukung TNI-Polri Buru Gerombolan Bersenjata di Papua

Ia menambahkan, pembangunan di Papua tak hanya mendapat tantangan dari Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB), tetapi juga kondisi alamnya.

Wakil Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Lukman Edy Ketika Ditemui di Jakarta, Rabu (16/8/2017).KOMPAS.com/ MOH NADLIR Wakil Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Lukman Edy Ketika Ditemui di Jakarta, Rabu (16/8/2017).
"Alamnya Papua berat. Kemudian keterbatasan SDM, kemudian secara sosiologinya juga berat. Tapi Pak Jokowi tahu betul bahwa Papua itu adalah bagian dari NKRI, dan atas dasar yang berat-berat itu kemudian apakah Presiden enggak membangun Papua? Kan enggak," lanjut dia.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal (pol) Tito Karnavian mengungkapkan berdasarkan informasi sementara, terdapat 20 yang tewas, yaitu 19 pekerja dan satu anggota TNI yang gugur, di Kabupaten Nduga, Papua.

Baca juga: 8 Fakta Pembunuhan Pekerja oleh Kelompok Kriminal Bersenjata di Papua

Mereka dibunuh oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) saat membangun jembatan di Kali Yigi dan Kali Aurak di jalur Trans Papua, Kabupaten Nduga.

Akibat kejadian tersebut, proyek Trans Papua yang dikerjakan sejak akhir 2016 dan ditargetkan selesai 2019 itu dihentikan untuk sementara waktu.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Terkini Lainnya


Close Ads X