Wasekjen PDI-P Dilaporkan ke Bawaslu atas Tuduhan Menghina Soeharto

Kompas.com - 05/12/2018, 17:56 WIB
Wasekjen PDI-P Ahmad Basarah di Kantor DPP PDI-P, Jakarta, Sabtu (1/9/2018). KOMPAS.com/IhsanuddinWasekjen PDI-P Ahmad Basarah di Kantor DPP PDI-P, Jakarta, Sabtu (1/9/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Sekretaris Jenderal PDI-P Ahmad Basarah dilaporkan ke Badan Pengawas Pemilu ( Bawaslu) atas tuduhan penghinaan terhadap Presiden ke-2 RI, Soeharto.

Pelapor merupakan Tim Advokat Peduli Soeharto (TAPS) yang diwakili oleh Oktoberiandi. Diketahui, Oktoberiandi juga menjabat sebagai Wasekjen Pemuda dan Olahraga DPP Partai Berkarya.

Pelapor menuding Basarah menghina lantaran menyebut Soeharto sebagai guru korupsi. Pernyataan itu dinilai tidak sesuai fakta, sehingga harus ditindaklanjuti secara hukum.

"Kami melihat bahwa yang bersangkutan sebagai salah satu juru bicara TKN Jokowi-Ma'ruf Amin melakukan suatu tindakan yang menurut kami tidak terpuji, baik itu sebagai tim kampenya pelaksana dan juga peserta pemilu," kata Oktoberiandi di kantor Bawaslu, Jakarta Pusat, Rabu (5/12/2018).

Oktoberiandi menyebut pernyataan Basarah tidak memiliki fakta hukum lantaran Soeharto tidak pernah diputus secara inkrah sebagai pelaku korupsi. Apalagi, dasar hukum yang digunakan Basarah dalam pernyataannya adalah Ketetapan MPR Nomor 11 Tahun 1998 Pasal 4.

Oleh karena itu, Oktoberiandi menuding Basarah melanggar Pasal 280 ayat (1) huruf c juncto Pasal 521 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu.

Dalam aduannya, pelapor membawa bukti berupa berita media online mengenai pernyataan Basarah, hingga video dan rekaman pernyataan Basarah.

Pelapor berharap, Bawaslu dapat menindaklanjuti aduannya sehingga memberi pelajaran bagi politisi dan masyarakat.

"Tujuan pelaporan ini adalah mencegah seorang politisi atau kalangan lainnya agar tidak melakukan hal yang serupa di kemudian hari terhadap mantan Presiden Republik Indonesia atau tokoh nasional lainnya," ujar dia.

Baca juga: Timses Jokowi: Guru dari Korupsi Itu Soeharto, Mantan Mertua Prabowo

Polemik ini bermula dari pernyataan Basarah bahwa maraknya korupsi di Indonesia dimulai sejak era Presiden ke-2 Soeharto. Berdasarkan itu, Basarah menyebut Soeharto sebagai guru dari korupsi di Indonesia.

Pernyataan Basarah sendiri sebenarnya merupakan respons dari pidato calon presiden nomor urut 2 Prabowo Subianto di sebuah forum internasional di Singapura. Prabowo mengatakan, isu utama di Indonesia sekarang adalah maraknya korupsi, yang sudah seperti kanker stadium 4.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X