Bawaslu Cari Pemasang Spanduk #JkwBersamaPKI

Kompas.com - 05/12/2018, 17:18 WIB
Presiden Joko Widodo dan Iriana Widodo menghadiri resepsi pernikahan komika Raditya Dika dan Anissa Aziza di Grand Ballroom Ritz Carlton Pasific Place, Jakarta Selatan, Sabtu (5/5/2018). Kompas.com/Tri Susanto SetiawanPresiden Joko Widodo dan Iriana Widodo menghadiri resepsi pernikahan komika Raditya Dika dan Anissa Aziza di Grand Ballroom Ritz Carlton Pasific Place, Jakarta Selatan, Sabtu (5/5/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Pengawas Pemilu ( Bawaslu) DKI Jakarta menyelidiki spanduk bertuliskan #JKWBersamaPKI.

Komisioner Bawaslu DKI Jakarta Puadi menyebut, spanduk yang sebelumnya terlihat terpasang di kawasan Tanah Abang itu bermuatan menghasut dan mengadu domba. Hal itu merujuk pada Pasal 280 ayat 1 huruf d Undang-Undang nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilu.

Sebagai langkah awal, Bawaslu bersama sejumlah pihak terkait telah melalukan penurunan spanduk tersebut.

"Pertama, ada informasi awal datang dari masyarakat. Dari situ kita koordinasi, limpahkan kepada Bawaslu Kota Jakarta Pusat segera turun, bertindak," kata Puadi saat dikonfirmasi, Rabu (5/12/2018).

Baca juga: Bawaslu Turunkan Spanduk #JKWBersamaPKI di Tanah Abang

"Kemarin pagi sekitar pukul 09.00, koordinasi dengan pengawas (pemilu) pusat, kecamatan, dan warga, ya sudah kita langsung lakukan penindakan dan turunkan," sambung dia.

Pascamelakukan penurunan, Bawaslu DKI memerintahkan Bawaslu Jakarta Pusat untuk melakukan investigasi terhadap pemasang spanduk.

Saat ini, Bawaslu Jakarta Pusat tengah terjun ke lapangan untuk mencari informasi, data, dan bukti mengenai pelaku.

Jika nantinya ditemukan alat bukti yang cukup, maka penyelidikan kasus ini akan dinaikan statusnya sebagai temuan dugaan pelanggaran pemilu.

Baca juga: Timses: Spanduk #JKWBersamaPKI Melecehkan Jokowi

Puadi menjelaskan lamanya penyelidikan adalah 7 hari sejak diketahui adanya pemasangan spanduk. Jika sampai pada batas waktu tersebut tidak ditemukan bukti mengenai pemasang, maka penyelidikan akan dihentikan dan kasus akan ditutup.

Menurut Puadi, pihaknya belum bisa memastikan apakah pemasang spanduk merupakan bagian dari tim pendukung pasangan calon tertentu atau tidak. Bawaslu, baru bisa memastikan setelah ditemukan bukti yang kuat.

"Kita kan enggak bisa berasumsi siapa yang melakukan, kan nggak tahu. Takutnya nanti jadi fitnah. Susah juga kita untuk menduga apakah paslon yang yang melakukan atau memerintahkan, kita belum bisa membuktikan," ujar dia.

Lebih lanjut, Puadi meminta Bawaslu wilayah untuk meningkatkan pengawasan. Diharapkan, ke depannya tidak ada lagi kejadian serupa.

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X