KPU Dorong Peserta Pemilu Perbanyak Temui Konstituen Selama Kampanye

Kompas.com - 04/12/2018, 21:38 WIB
Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI Arief Budiman di Lapangan Silang Monas, Jakarta Pusat, Senin (18/9/2019). Reza JurnalistonKetua Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI Arief Budiman di Lapangan Silang Monas, Jakarta Pusat, Senin (18/9/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Komisi Pemilihan Umum ( KPU) menganjurkan peserta pemilu untuk tidak hanya memasang alat peraga kampanye (APK) selama masa kampanye Pemilu 2019.

Peserta pemilu didorong untuk memperbanyak pertemuan dengan konstituen atau pemilih.

Menurut Arief, KPU ingin peserta pemilu untuk lebih sering terjun langsung ke lapangan, salah satunya dengan melakukan pembatasan jumlah APK yang difasilitasi KPU.

"Selama ini kan peserta pemilu memasang baliho, padahal dia tidak pernah pergi ke sana (lapangan)," kata Ketua KPU Arief Budiman di kantor KPU, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (4/12/2018).


Arief mengatakan, penting bagi peserta pemilu untuk memperbanyak metode kampanye tatap muka, supaya pemilih dapat mengenal calon wakil maupun pemimpin mereka.

Ia juga menilai, metode kampanye tatap muka dapat mendekatkan calon dengan konstituennya. Selain itu, metode ini juga bisa memberi pelajaran politik kepada masyarakat.

Baca juga: KPU Disarankan Masukan Isu Budaya dalam Debat Capres

"KPU ingin metode itu (tatap muka) yang dilakukan. Bertemu konstituen, jadi tidak ada lagi konstituen milih calon tetapi dia tidak mengerti calon dia pilih," ujar Arief.

Tahapan kampanye Pemilu 2019 telah berjalan selama lebih dari dua bulan. Kampanye, pertama kali dimulai pada 23 September lalu dan akan berlangsung hingga 13 April 2019.

Pemungutan suara serentak akan digelar 17 April 2019. Setelahnya, akan dilakukan penghitungan suara secara serentak pula.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X