Sisa 4 Bulan Masa Kampanye, Jokowi-Ma’ruf Amin Turunkan "Pasukan Infanteri"

Kompas.com - 04/12/2018, 18:21 WIB
Calon presiden nomor urut 1, Joko Widodo menghadiri Rakernas Tim Kampanye Nasional di Hotel Empire Palace, Kota Surabaya, Minggu (28/10/2018).Tim Kampanye Nasional Jokowi-Maruf Calon presiden nomor urut 1, Joko Widodo menghadiri Rakernas Tim Kampanye Nasional di Hotel Empire Palace, Kota Surabaya, Minggu (28/10/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - 13 April 2019, hari terakhir masa kampanye Pemilu Presiden, tinggal 4 bulan lagi. Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin akan segera menurunkan "pasukan infanteri".

Juru Bicara TKN Arya Sinulingga mengatakan, "pasukan infanteri" itu adalah para calon anggota legislatif dari setiap parpol pengusung. Mereka akan melancarkan aksinya mulai Januari 2019.

“Kami punya 150 ribu caleg, sekarang masih pertempuran di udara. Sebentar lagi Januari infanteri akan turun,” tutur Arya di Posko Pemenangan Jokowi-Ma'ruf, di Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (4/12/2018).

Baca juga: Tim Jokowi-Maruf Hormati Keputusan Bawaslu soal Dugaan Pelanggaran Kampanye di Reuni 212

“Kalau infanteri turun liat aja bagaimananya, 9 partai dari 15. Kabarnya PBB akan gabung kita begitu kata Pak Yusril (Ketua Umum PBB Yuzril Ihza Mahendra), berarti ada 10 partai yang turun. Bayangkan 10 partai turun infanteri,” sambung Arya.

Juru Bicara TKN Joko Widodo-Maruf Amin, Arya Sinulingga di Posko Pemenangan Jokowi-Maruf, di Menteng, Jakarta, Selasa (27/11/2018).KOMPAS.com/ABBA GABRILLIN Juru Bicara TKN Joko Widodo-Maruf Amin, Arya Sinulingga di Posko Pemenangan Jokowi-Maruf, di Menteng, Jakarta, Selasa (27/11/2018).

Arya mengatakan, "pasukan infanteri" itu diminta melakukan pendekatan langsung kepada masyarakat.

Semua caleg harus turun ke masyarakat untuk mendengarkan aspirasi dan menyampaikan program kerja yang sudah dilaksanakan pemerintah, didukung dengan para relawan.

“Akan saling support nutupi apa yang tidak dimasuki oleh partai. Dia (relawan) akan dikombinasikan sebagai senjata-senjata yang berbeda. Kami rata-rata caleg adalah di teritorial udah pasti, relawan akan bermain di sektoral,” ujar Arya.

Baca juga: Tim Kampanye: Reuni 212 Berjalan Lancar Tak Lepas dari Andil Jokowi

Arya menambahkan, pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin menerapkan micro targeting. Artinya, pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin mengandalkan para caleg dengan pendekatan door to door ke masyarakat.

Lebih lanjut, Arya mengatakan, masa kampanye pada Pilpres 2019 berbeda saat 2014 yang hanya 3 bulan. Sehingga, kata Arya, perlu siasat untuk mengatur masa kampanye yang relatif panjang itu.

“Ini maraton mau nggak mau stamina harus dijaga. Jangan nanti kencang nanti di ujungnya bingung. Kita sesuaikan saja. Kita ini pemain maraton bukan pelari sprint,” ujar Arya.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X