Pimpinan KPK: OTT Meningkat, tetapi Indeks Persepsi Korupsi Stagnan

Kompas.com - 04/12/2018, 17:29 WIB
Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Saut Situmorang di Hotel Bumi Wiyata, Depok, Jawa Barat, Minggu (14/10/2018).  KOMPAS.com/Devina HalimWakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Saut Situmorang di Hotel Bumi Wiyata, Depok, Jawa Barat, Minggu (14/10/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) Saut Situmorang mengungkapkan, operasi tangkap tangan ( OTT) yang digelar KPK belakangan ini cenderung meningkat.

Namun, di satu sisi, Indeks Persepsi Korupsi (IPK) Indonesia cenderung stagnan di angka 37.

"Indeks Persepsi Korupsi kita (tahun) kemarin tidak naik, stagnan di (skor) 37 padahal OTT-nya dua kali lipat tahun lalu," kata Saut dalam diskusi di Konferensi Nasional Pemberantasan Korupsi 2018 di Hotel Bidakara, Jakarta, Selasa (4/12/2018).

Baca juga: Ketua KPK: Pertumbuhan Indeks Persepsi Korupsi Indonesia Tertinggi di Dunia

Dari hal itu, Saut menilai bahwa variabel peningkatan IPK di Indonesia tak cukup melalui penindakan kejahatan korupsi, melainkan juga penguatan pencegahan korupsi dalam berbagai aspek.

Saut pun menyinggung Sistem Integritas Partai Politik (SIPP) yang diusulkan KPK terhadap 16 parpol peserta Pemilu 2019.

Baca juga: Tahun Depan, KPK Targetkan Indeks Persepsi Korupsi Indonesia Meningkat

Pasalnya, SIPP menjadi bagian kecil dari pencegahan korupsi secara luas yang perlu dilakukan secara berkesinambungan. Sebab, pencegahan tak hanya melibatkan parpol, melainkan juga seluruh pihak mulai dari pejabat hingga masyarakat.

"Kembali ke suistainability-nya, karena yang selalu diperdebatkan suistainablity kita, kita enggak selalu terus-terus. Oleh sebab itu, ketika kita rekomendasikan sejumlah hal-hal terkait itu, itu supaya menjadi lebih baik," ungkapnya.

"Kami punya kerinduan yang tiap hari (KPK) menerima pengaduan masyarakat yang kaitannya masalah integritas kita semua, ini (menyangkut) ekosistem. Ini kan jalan panjang," lanjut dia.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Soal Pemberian Vonis Rendah Kasus Korupsi, ICW: Harusnya Jadi Perhatian Ketua MA

Soal Pemberian Vonis Rendah Kasus Korupsi, ICW: Harusnya Jadi Perhatian Ketua MA

Nasional
Perludem: Pilkada 2020 Belum Punya Dasar Hukum Terkait Protokol Penanganan Covid-19

Perludem: Pilkada 2020 Belum Punya Dasar Hukum Terkait Protokol Penanganan Covid-19

Nasional
KPU Usul Penambahan Anggaran Pilkada, Salah Satunya untuk Tes Covid-19

KPU Usul Penambahan Anggaran Pilkada, Salah Satunya untuk Tes Covid-19

Nasional
Karena Sering Ditanya, Zulkifli Tegaskan bahwa PAN Mitra Kritis Pemerintah

Karena Sering Ditanya, Zulkifli Tegaskan bahwa PAN Mitra Kritis Pemerintah

Nasional
Data Sebaran 23 Pasien Meninggal akibat Covid-19, Terbanyak di Jawa Timur

Data Sebaran 23 Pasien Meninggal akibat Covid-19, Terbanyak di Jawa Timur

Nasional
KPK Dinilai Menganggap Remeh Kasus Harun Masiku dan Wahyu Setiawan

KPK Dinilai Menganggap Remeh Kasus Harun Masiku dan Wahyu Setiawan

Nasional
Pemerintah Minta Pemilik Toko Atur Arus Pengunjung supaya Tak Ada Penumpukan

Pemerintah Minta Pemilik Toko Atur Arus Pengunjung supaya Tak Ada Penumpukan

Nasional
ICW: Sudah Diprediksi, Kasus yang Libatkan Harun Masiku Divonis Rendah

ICW: Sudah Diprediksi, Kasus yang Libatkan Harun Masiku Divonis Rendah

Nasional
Perludem: Keputusan Melanjutkan Tahapan Pilkada 2020 Ancam Keselamatan Jiwa Penyelenggara dan Pemilih

Perludem: Keputusan Melanjutkan Tahapan Pilkada 2020 Ancam Keselamatan Jiwa Penyelenggara dan Pemilih

Nasional
Pemerintah Minta Masyarakat Biasakan Diri Bergaya Hidup New Normal

Pemerintah Minta Masyarakat Biasakan Diri Bergaya Hidup New Normal

Nasional
Data 28 Mei, Delapan Provinsi Catatkan 0 Kasus Baru Covid-19

Data 28 Mei, Delapan Provinsi Catatkan 0 Kasus Baru Covid-19

Nasional
Dinkes: Tingkat Penularan Covid-19 di DKI Berada di Kisaran Angka 1

Dinkes: Tingkat Penularan Covid-19 di DKI Berada di Kisaran Angka 1

Nasional
UPDATE 28 Mei: Penambahan Kasus Covid-19 Tertinggi di Jawa Timur

UPDATE 28 Mei: Penambahan Kasus Covid-19 Tertinggi di Jawa Timur

Nasional
Kasus ABK yang Dilarung ke Perairan Somalia, Polda Jateng Akan Periksa Saksi Ahli

Kasus ABK yang Dilarung ke Perairan Somalia, Polda Jateng Akan Periksa Saksi Ahli

Nasional
Penambahan Pasien Baru Covid-19 di Kalsel Cukup Signifikan

Penambahan Pasien Baru Covid-19 di Kalsel Cukup Signifikan

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X