Polemik "Soeharto Guru Korupsi", Sekjen PDI-P Singgung Posisi Amien Rais

Kompas.com - 01/12/2018, 12:32 WIB
Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto di Rumah Cemara, Jakarta, Kamis (30/8/2018).KOMPAS.com/ABBA GABRILLIN Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto di Rumah Cemara, Jakarta, Kamis (30/8/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menyinggung politikus senior Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais yang dinilai bergeming dalam polemik " Soeharto guru korupsi".

Sebagai salah satu tokoh reformasi, seharusnya Amien mengungkapkan kesetujuannya atas pernyataan "Soeharto guru korupsi" yang diungkapkan Wakil Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Ahmad Basarah.

"Kalau beliau mau menggunakan hati nurani dan pikirannya, tentu saja akan berpihak kepada Pak Ahmad Basarah," ujar Hasto saat dijumpai di Kantor DPP PDI Perjuangan, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Sabtu (1/12/2018).

Baca juga: Berkarya juga Akan Laporkan Sekjen PSI karena Sebut Soeharto Simbol KKN


Namun, Hasto melihat Amien Rais bersikap sebaliknya.

Ia pun berharap Amien tidak berubah soal pandangannya terhadap Soeharto, Presiden ke-2 RI, di mana Amien turut menggulingkannya dalam peristiwa reformasi 1998.

"Pak Amien Rais kalau menggunakan hati nurani dan pikiran jernih, harusnya juga melihat Pak Harto sebagai simbol sebagai induk dari korupsi yang terjadi dengan menggunakan berbagai peraturan perundang-undangan," kata Hasto.

"Kecuali (Amien Rais) sudah berubah ya, kecuali masih mendukung korupsi kolusi dan nepotisme," lanjut dia.

Polemik ini bermula dari pernyataan Basarah bahwa maraknya korupsi di Indonesia dimulai sejak era Presiden ke-2 Soeharto. Berdasarkan itu, Basarah menyebut Soeharto sebagai guru dari korupsi di Indonesia.

Baca juga: PDI-P Klaim Banyak Advokat Siap Bela Ahmad Basarah soal Soeharto Guru Korupsi

Berikut pernyataan Basarah mengenai hal itu : "Jadi, guru dari korupsi di Indonesia sesuai TAP MPR Nomor 11 Tahun 1998 itu mantan Presiden Soeharto dan itu adalah mantan mertuanya Pak Prabowo."

Pernyataan Basarah sendiri sebenarnya merupakan respons dari pidato calon presiden nomor urut 2 Prabowo Subianto di sebuah forum internasional di Singapura.

Prabowo mengatakan, "isu utama di Indonesia sekarang adalah maraknya korupsi, yang menurut saya sudah seperti kanker stadium 4."

Belakangan, Partai Berkarya pun berencana melaporkan Basarah ke Polri atas pernyataannya "Soeharto adalah guru korupsi."

Meski demikian, saat ini internal partai sedang berkonsultasi dengan keluarga Soeharto terlebih dahulu. Namun ia yakin "keluarga cendana" menyetujui rencana pelaporan tersebut.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X