Mayoritas Pengidap HIV Ada di DKI Jakarta, Jatim, dan Papua

Kompas.com - 30/11/2018, 13:33 WIB
Direktur Program bersama PBB untuk penanganan AIDS (UNAIDS) untuk Indonesia, Tina Boonto, saat ditemui di Kantor LBH Masyarakat, Jakarta Selatan, Jumat (30/11/2018). KOMPAS.com/Devina HalimDirektur Program bersama PBB untuk penanganan AIDS (UNAIDS) untuk Indonesia, Tina Boonto, saat ditemui di Kantor LBH Masyarakat, Jakarta Selatan, Jumat (30/11/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Program bersama PBB untuk penanganan AIDS (UNAIDS) mencatat terdapat 630.000 orang terinfeksi HIV di Indonesia, per tahun 2018.

Direktur UNAIDS untuk Indonesia, Tina Boonto, menuturkan mayoritas pengidap virus tersebut tersebar di DKI Jakarta, Jawa Timur, dan Papua.

"Kita bisa lihat di peta ini, 35 persen dari 630.000 penderita ini yang di seluruh Indonesia ada di Jakarta, Papua dan East Java," ujarnya saat konferensi pers di Kantor LBH Masyarakat, Jakarta Selatan, Jumat (30/11/2018).

Baca juga: Penderita HIV/AIDS di Depok Tercatat 340 Orang

 

Rinciannya, sebanyak 18 persen pengidap HIV berada di Jakarta, 11 persen berlokasi di Jawa Timur, dan tujuh persen berada di Papua.

Sayangnya, hanya 48 persen dari jumlah tersebut atau sekitar 301.959 orang yang mengetahui bahwa mereka terinfeksi virus HIV.

Kemudian, hanya 15 persen atau sekitar 96.298 orang dari total pengidap virus HIV yang berobat dan mengonsumsi obat antiretroviral (ARV).

Baca juga: “Bukan HIV yang Membunuh, Tapi Stigma” (3)

 

Tina menuturkan, hal itu berkontradiksi dengan jumlah unit pelayanan yang tersebar di seluruh Indonesia untuk penyakit itu.

"Berapa service center tapi pencapaiannya masih rendah," ungkap dia.

Ia menuturkan, di tahun 2017, Indonesia telah memiliki 5.124 tempat bagi masyarakat untuk melakukan konseling dan mengecek apakah mereka mengidap virus HIV atau tidak.

Selain itu, terdapat 641 pusat pengobatan ARV, 2.344 pusat pelayanan penyakit menular seksual, dan 233 pusat pelayanan untuk HIV dan tuberkulosis.

Baca juga: Seabad Jadi Momok Dunia, Ahli Temukan Akar Penyebaran HIV

 

Tina menjelaskan, akar permasalahannya adalah stigma dan diskriminasi dari masyarakat yang masih berkembang soal penderita HIV/AIDS.

"Menurut UNAIDS, layanan sudah ada, tetapi gara-gara banyak stigma dan diskriminasi yang ada di Indonesia, orang takut, saya juga kenal banyak orang yang bilang ke saya mending enggak tahu (dia positif atau tidak)," jelasnya.

Kompas TV Kasus HIV/AIDS di Indonesia, masih menjadi perhatian utama. lantaran setiap tahunnya, kasus HIV/AIDS terus meningkat. Salah satunya Provinsi Bali, yang terdata 50% dari kasus yang ditemukan, menyerang usia produktif yakni 15-50 tahun.

 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Presiden PKS: Sebagai Oposisi, Bukan Berarti Kami Akan Jatuhkan Pemerintah

Presiden PKS: Sebagai Oposisi, Bukan Berarti Kami Akan Jatuhkan Pemerintah

Nasional
KPK Ingatkan Pengusaha Lapor ke Aparat Bila Dimintai Uang oleh Pejabat

KPK Ingatkan Pengusaha Lapor ke Aparat Bila Dimintai Uang oleh Pejabat

Nasional
Soal Nama Cucunya yang Ketiga, Ini Kata Jokowi...

Soal Nama Cucunya yang Ketiga, Ini Kata Jokowi...

Nasional
PKS Dinilai Berpeluang Jadi 'Market Leader' di Antara Partai Oposisi

PKS Dinilai Berpeluang Jadi "Market Leader" di Antara Partai Oposisi

Nasional
Senin Pekan Depan, Jaksa Agung Lantik 3 Jaksa Agung Muda dan 3 Staf Ahli

Senin Pekan Depan, Jaksa Agung Lantik 3 Jaksa Agung Muda dan 3 Staf Ahli

Nasional
KPK Periksa Eks Menag Lukman Hakim Terkait Dugaan Korupsi Penyelenggaraan Haji dan Gratifikasi

KPK Periksa Eks Menag Lukman Hakim Terkait Dugaan Korupsi Penyelenggaraan Haji dan Gratifikasi

Nasional
Menyoal Sertifikasi Pernikahan: Intervensi Ranah Privat, Risiko Perzinaan, hingga Penjelasan Pemerintah

Menyoal Sertifikasi Pernikahan: Intervensi Ranah Privat, Risiko Perzinaan, hingga Penjelasan Pemerintah

Nasional
Jaksa Agung soal Kelanjutan Program TP4: Kami Akan Bawa ke Raker

Jaksa Agung soal Kelanjutan Program TP4: Kami Akan Bawa ke Raker

Nasional
Komnas HAM Minta Pendekatan Keamanan di Papua Dievaluasi

Komnas HAM Minta Pendekatan Keamanan di Papua Dievaluasi

Nasional
Komnas HAM: Kecenderungan Sikap Intoleransi Menguat di Kalangan Anak Muda Terdidik

Komnas HAM: Kecenderungan Sikap Intoleransi Menguat di Kalangan Anak Muda Terdidik

Nasional
Polemik Ahok Jadi Bos BUMN, dari Batasan Aturan hingga 'Positive Thinking' Sandiaga Uno

Polemik Ahok Jadi Bos BUMN, dari Batasan Aturan hingga "Positive Thinking" Sandiaga Uno

Nasional
KPK Tetapkan 2 Tersangka Baru Terkait Kasus Bupati Cirebon

KPK Tetapkan 2 Tersangka Baru Terkait Kasus Bupati Cirebon

Nasional
Komnas HAM Dorong Pemda Papua Lebih Aktif Tangani Masalah HAM

Komnas HAM Dorong Pemda Papua Lebih Aktif Tangani Masalah HAM

Nasional
Komnas HAM: Seolah Semua Jawaban Persoalan Papua Bisa Tuntas dengan Infrastruktur

Komnas HAM: Seolah Semua Jawaban Persoalan Papua Bisa Tuntas dengan Infrastruktur

Nasional
Terkait Portal Aduan Radikalisme, Wapres Sebut Laporan Tak Boleh Asal Tindak

Terkait Portal Aduan Radikalisme, Wapres Sebut Laporan Tak Boleh Asal Tindak

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X