PDI-P Kritik Soeharto, Berkarya Singgung Era Soekarno dan Megawati

Kompas.com - 29/11/2018, 20:45 WIB
Sekretaris Jenderal Partai Berkarya, Priyo Budi Santoso, di Warung Daun Cikini, Jakarta Pusat, Jumat (28/9/2018). KOMPAS.com/Devina HalimSekretaris Jenderal Partai Berkarya, Priyo Budi Santoso, di Warung Daun Cikini, Jakarta Pusat, Jumat (28/9/2018).
Penulis Ihsanuddin
|
Editor Krisiandi

JAKARTA, KOMPAS.com - Sekretaris Jenderal Partai Berkarya Priyo Budi Santoso meminta PDI-P tidak mencari-cari kesalahan di era Presiden kedua Soeharto. Ia menegaskan setiap kepimpinan pasti ada sisi positif dan negatif.

"Nanti tuduhan terhadap Bung Karno diungkap lagi, kepada Bu Mega ketika berkuasa diungkap lagi. Ini enggak selesai-selesai dan saya tidak tertarik menyampaikan pandangan serupa," kata Priyo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (29/11/2018).

Hal ini disampaikan Priyo menanggapi wakil sekjen PDI-P Ahmad Basarah yang menyebut Soeharto sebagai gurunya korupsi.

Baca juga: Sekjen Berkarya: Pak Harto Hidupnya Sederhana, Kok Tega Disebut Guru Korupsi

Priyo membantah tudingan Basarah itu. Ia pun menegaskan bahwa sampai hari ini tak ada bukti secara hukum bahwa Soeharto melakukan korupsi selama 32 tahun memimpin Indonesia.

Priyo menilai harusnya setiap kepemimpinan seorang Presiden dipandang dari hal-hal yang positif.

"Bung Karno jasanya besar, saya enggak tega menyampaikan sisi-sisi sendu pada zaman pemerintahan beliau, bagaimana ada pengkhianatan PKI, bagaimana para ulama, Buya Hamka dipenjara," ujar Priyo.

"Mestinya sisi jasa besar para pemimpin yang dikedepankan. Bukan karena hanya kepentingan respons politik sesaat, kemudian menggunakan cara-cara seperti itu," tambah mantan pimpinan DPR ini.

Sebelumnya, Basarah menyebutkan, maraknya korupsi di Indonesia dimulai sejak era Presiden Soeharto. Oleh karena itu, ia menyebut Soeharto sebagai guru korupsi di Indonesia.

Baca juga: Timses Jokowi: Guru dari Korupsi Itu Soeharto, Mantan Mertua Prabowo

Hal itu disampaikan Basarah menanggapi pernyataan calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto yang menyatakan korupsi di Indonesia seperti kanker stadium empat.

"Jadi, guru dari korupsi indonesia sesuai TAP MPR Nomor 11 tahun 1998 itu mantan Presiden Soeharto dan itu adalah mantan mertuanya Pak Prabowo," kata Basarah usai menghadiri diskusi di Megawati Institute, Menteng, Jakarta, Rabu (28/11/2018).

Menurut dia, dengan menyinggung permasalahan korupsi, Prabowo seperti memercik air di dulang tepercik muka sendiri. Alasannya, ia menyebutkan, Prabowo menjadi bagian dari kekuasaan Orde Baru.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X