DPR: Pemerintah Harus Upayakan Kendaraan Listrik Jadi Industri Nasional

Kompas.com - 29/11/2018, 17:04 WIB
Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Agus Hermanto DYLAN APRIALDO RACHMAN/KOMPAS.comWakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Agus Hermanto
|
Editor Krisiandi

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Ketua DPR Agus Hermanto menuturkan bahwa pemerintah harus mengupayakan agar kendaraan bermotor listrik harus menjadi industri nasional dengan memanfaatkan komponen produk dalam negeri.

Hal itu ia ungkapkan dalam Rapat Koordinasi Pengembangan Industri Kendaraan Bermotor Lisrik Nasional di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (29/11/2018).

"Selain melakukan upaya transisi dari kendaraan berbakar fosil menuju kendaraan ramah lingkungan, Indonesia juga harus mengupayakan agar kendaraan ramah lingkungan yang berbasis listrik dapat menjadi suatu industri nasional dengan tingkat kandungan dalam negeri yang tinggi," ujar Agus.

Baca juga: Studi Kendaraan Listrik Tahap Awal, Ini Kata Kemenperin

Agus menilai Indonesia telah mampu untuk mengembangkan teknologi kendaraan bermotor listrik.

Menurut dia, Indonesia memiliki ahli-ahli dan peneliti yang mampu mewujudkan teknologi kendaraan yang berbasis tenaga listrik.

Selain itu, kata Agus, untuk mewujudkan iklim investasi di sektor industri kendaraan bermotor listrik nasional, pemerintah harus berperan aktif dalan setiap tahapan pengembangannya. 

Baca juga: DPR Komitmen Dukung Proyek Kendaraan Listrik Nasional

"Kami berpandangan sinergi antara legislatif, pemerintah, universitas, BUMN dan pelaku indsutri harus dapat tercipta sehingga cita-cita indonesia untuk mewakili industri nasional kendaraan bermotor listrik dapat terwujud," kata Agus.

Dalam rapat koordinasi tersebut hadir Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, perwakilan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, perwakilan Kementerian ESDM, dan perwakilan Kemenristekdikti.

Hadir pula rektor sejumlah universitas dan perguruan tinggi serta pemangku kepentingan di bidang industri.

Kompas TV Pemerintah Sumatera Selatan menghadirkan mobil listrik hidrogen pertama di Indonesia yang akan melayani tamu-tamu penting saat perhelatan akbar Asian Games.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kesaksian Azis Syamsuddin: Khilaf Beri Uang hingga Tampik Terlibat Korupsi di Lampung Tengah

Kesaksian Azis Syamsuddin: Khilaf Beri Uang hingga Tampik Terlibat Korupsi di Lampung Tengah

Nasional
Mahfud Beberkan Dugaan Barang Selundupan di Proyek Satelit Militer Kemenhan

Mahfud Beberkan Dugaan Barang Selundupan di Proyek Satelit Militer Kemenhan

Nasional
Rapat Hingga Dini Hari, Pansus Putuskan RUU IKN Disahkan Selasa

Rapat Hingga Dini Hari, Pansus Putuskan RUU IKN Disahkan Selasa

Nasional
Kemendagri Terbitkan 2 Aturan Perpanjangan PPKM untuk Jawa-Bali dan Luar Jawa-Bali

Kemendagri Terbitkan 2 Aturan Perpanjangan PPKM untuk Jawa-Bali dan Luar Jawa-Bali

Nasional
Saat Panglima Andika Memastikan Pangkostrad Baru Jenderal TNI Bintang Dua..

Saat Panglima Andika Memastikan Pangkostrad Baru Jenderal TNI Bintang Dua..

Nasional
Komnas HAM Sebut Aktivis dan Jurnalis Paling Banyak Diretas untuk Dibungkam

Komnas HAM Sebut Aktivis dan Jurnalis Paling Banyak Diretas untuk Dibungkam

Nasional
Jokowi: Mahasiswa Jangan Dipagari Terlalu Banyak Program Studi

Jokowi: Mahasiswa Jangan Dipagari Terlalu Banyak Program Studi

Nasional
Perkembangan Terkini Ibu Kota Baru, Bernama Nusantara dan Mayoritas Biaya dari APBN

Perkembangan Terkini Ibu Kota Baru, Bernama Nusantara dan Mayoritas Biaya dari APBN

Nasional
Dari Penjara, Ferdinand Hutahaean Tulis Surat Minta Maaf ke Masyarakat Indonesia

Dari Penjara, Ferdinand Hutahaean Tulis Surat Minta Maaf ke Masyarakat Indonesia

Nasional
Profil 4 Calon Pemimpin Ibu Kota Negara Baru 'Nusantara' yang Disebut Jokowi

Profil 4 Calon Pemimpin Ibu Kota Negara Baru "Nusantara" yang Disebut Jokowi

Nasional
Jadi Tulang Punggung Keluarga, Ferdinand Hutahaean Ajukan Penangguhan Penahanan

Jadi Tulang Punggung Keluarga, Ferdinand Hutahaean Ajukan Penangguhan Penahanan

Nasional
Sejarawan: Nama Nusantara untuk Ibu Kota Baru Wakili Arogansi dan Jawa Sentris

Sejarawan: Nama Nusantara untuk Ibu Kota Baru Wakili Arogansi dan Jawa Sentris

Nasional
Berkas Perkara Terasangka Petrus Edy Susanto Diserahkan Penyidik ke Jaksa

Berkas Perkara Terasangka Petrus Edy Susanto Diserahkan Penyidik ke Jaksa

Nasional
Berkas Perkara Eks Pejabat Wijaya Karya I Ketut Suarbawa Dinyatakan Lengkap

Berkas Perkara Eks Pejabat Wijaya Karya I Ketut Suarbawa Dinyatakan Lengkap

Nasional
Menurut Komnas HAM, Ini Isu yang Picu Pelanggaran Kebebasan Berpendapat

Menurut Komnas HAM, Ini Isu yang Picu Pelanggaran Kebebasan Berpendapat

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.