Soal Anggotanya yang Salah Tembak, Polri Bakal Cek SOP Izin Kepemilikan Senpi

Kompas.com - 29/11/2018, 16:30 WIB
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo di gedung Humas Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (19/11/2018). KOMPAS.com/Reza JurnalistonKepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo di gedung Humas Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (19/11/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen (Pol) Dedi Prasetyo menyatakan, kepemilikan senjata api oleh anggota Kepolisian telah melalui standar operasional prosedur (SOP) yang ketat.

Hal itu dikatakan Dedi menanggapi tragedi salah tembak anggota Polsek Pamulutan, Ogan Ilir, Sumatera Selatan yang terjadi beberapa waktu.

Baca juga: 5 Fakta Meninggalnya Juru Parkir di Palembang, 18 Polisi Diperiksa hingga Dugaan Salah Prosedur

Anggota Polsek Pamulutan yang kala itu tengah mengejar pelaku pembunuhan memberi tembakan peringatan, namun peluru menyasar warga lain dan mengakibatkan seorang juru parkir bernama Ariansyah (24) meninggal dunia.

“Polda akan membuat TR (Telegram Rahasia) arahan dan Mabes akan membuat TR juga akan Polda untuk mengecek SOP penerbitan surat ijin pemegang senpi bagi anggota Polri,” kata Dedi saat dihubungi Kompas.com, Kamis (29/11/2018).

Terkait kasus peluru nyasar itu, Dedi mengatakan, sudah menjadi tanggung jawab satuan wilayah di Polda setempat untuk mengontrol anggotanya masing-masing.

Baca juga: Polisi Masih Selidiki Kasus Tewasnya Juru Parkir Saat Penggerebekan

Dedi menuturkan, sejak dulu telah diterapkan SOP yang sangat ketat bagi calon anggota Polri yang akan memegang senpi dinas.

Untuk penggunaan senpi bagi anggota Polri, tambah Dedi harus melalui serangkaian ujian. Bila telah lulus dari serangkaian tes, barulah anggota Polri diizinkan menggunakan senpi.

“Pertama ujian administrasi, kedua tes psikologi, ketiga tes menembak. Kalau lulus baru ajukan izin ke atasan kalau atasan ACC (diterima) baru boleh pegang senpi, mekanismenya ketat,” ujar Dedi.

Baca juga: Kronologi Tewasnya Juru Parkir yang Kena Peluru Nyasar Saat Penggerebekan

Sementara, Sekretaris Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Bekto Suprapto menuturkan, instrumen untuk mengetahui apakah penembakan oleh Polisi sah atau tidak diukur dari Peraturan Kapolri nomor 8 tahun 2009.

Peraturan Kapolri nomor 8 tahun 2009 itu mengatur soal implementasi prinsip dan standar hak asasi manusia dalam penyelenggaraan tugas.

Bekto mengatakan, prosedur mengenai penggunaan senjata api oleh anggota Polri harus ditaati oleh semua anggota Polri.

“Anggota Polri yang melakukan penembakan membuat laporan, wajib menolong korban dan Propam harus memeriksa anggota tersebut bahwa ketentuan penembakan sudah sesuai aturan atau tidak,” jelas Bekto.

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dampak Wabah Covid-19, KPU Buka Opsi Tunda Pilkada 2020 Selama 1 Tahun

Dampak Wabah Covid-19, KPU Buka Opsi Tunda Pilkada 2020 Selama 1 Tahun

Nasional
Ini Sebaran Pasien Positif Covid-19 di 30 Provinsi per 29 Maret

Ini Sebaran Pasien Positif Covid-19 di 30 Provinsi per 29 Maret

Nasional
Rumah Sakit Diprioritaskan bagi Pasien Covid-19 yang Tak Mungkin Isolasi Mandiri

Rumah Sakit Diprioritaskan bagi Pasien Covid-19 yang Tak Mungkin Isolasi Mandiri

Nasional
Yurianto: Pemeriksaan Covid-19 Sudah Dilakukan terhadap Lebih dari 6.500 Orang

Yurianto: Pemeriksaan Covid-19 Sudah Dilakukan terhadap Lebih dari 6.500 Orang

Nasional
Sulawesi Barat Catat Kasus Perdana, Total 30 Provinsi dengan Pasien Covid-19

Sulawesi Barat Catat Kasus Perdana, Total 30 Provinsi dengan Pasien Covid-19

Nasional
UPDATE: Pasien Covid-19 yang Meninggal Jadi 114 Orang

UPDATE: Pasien Covid-19 yang Meninggal Jadi 114 Orang

Nasional
UPDATE 29 Maret: 64 Pasien Covid-19 Dinyatakan Sembuh

UPDATE 29 Maret: 64 Pasien Covid-19 Dinyatakan Sembuh

Nasional
Psikolog soal Psikosomatis Saat Pandemi Covid-19: Bisa Jadi Sesak Itu karena Cemas

Psikolog soal Psikosomatis Saat Pandemi Covid-19: Bisa Jadi Sesak Itu karena Cemas

Nasional
UPDATE: Bertambah 130, Kini Ada 1.285 Kasus Covid-19 di Indonesia

UPDATE: Bertambah 130, Kini Ada 1.285 Kasus Covid-19 di Indonesia

Nasional
Bareskrim Polri Panggil Rocky Gerung terkait Laporan Politikus PDI-P Henry Yosodiningrat

Bareskrim Polri Panggil Rocky Gerung terkait Laporan Politikus PDI-P Henry Yosodiningrat

Nasional
BNPB Rekrut 5.816 Relawan Percepatan Penanganan Corona

BNPB Rekrut 5.816 Relawan Percepatan Penanganan Corona

Nasional
Tingkatkan Imunitas Hadapi Covid-19, Berjemur Cukup 15 Menit Saja

Tingkatkan Imunitas Hadapi Covid-19, Berjemur Cukup 15 Menit Saja

Nasional
Dijadwal Beroperasi Senin, Pembangunan RS Darurat Covid-19 Pulau Galang Tinggal 9 Persen

Dijadwal Beroperasi Senin, Pembangunan RS Darurat Covid-19 Pulau Galang Tinggal 9 Persen

Nasional
Anak-anak Berpotensi Jadi Carrier Covid-19, Lansia Harus Hati-hati ketika Kontak dengan Cucunya

Anak-anak Berpotensi Jadi Carrier Covid-19, Lansia Harus Hati-hati ketika Kontak dengan Cucunya

Nasional
AHY Intruksikan Kader Partai Demokrat Minimalisasi Mudik Lebaran

AHY Intruksikan Kader Partai Demokrat Minimalisasi Mudik Lebaran

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X