Kata Fahri Hamzah, KPK Frustrasi jika Terus Gelar OTT - Kompas.com

Kata Fahri Hamzah, KPK Frustrasi jika Terus Gelar OTT

Kompas.com - 29/11/2018, 14:50 WIB
Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah saat ditemui seusai Sidang Paripurna Masa Sidang I Tahun 2018-2019 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (2/10/2018).KOMPAS.com/KRISTIAN ERDIANTO Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah saat ditemui seusai Sidang Paripurna Masa Sidang I Tahun 2018-2019 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (2/10/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah mengkritik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang kembali melakukan operasi tangkap tangan (OTT).

Fahri berpendapat, KPK frustrasi karena terus menerus melakukan OTT.

"Karena kalau cara-cara OTT begitu, cara-cara yang sebenarnya menunjukkan KPK frustrasi, masak Ketua KPK bilang kalau KPK mau bisa OTT setiap hari, kalau KPK dikasih aparat lebih banyak dia bisa OTT setiap hari, itu kan frustrasi," ujar Fahri di kompleks parlemen, Kamis (29/11/2018).

Baca juga: Bayangkan, Korupsi Melibatkan Hakim, Pengacara, Sangat Ironi...

Menurut Fahri, OTT menunjukan KPK telah gagal. Jika berhasil, KPK pasti sulit mencari orang yang korupsi.

Dia menyayangkan pernyataan Ketua KPK Agus Rahardjo yang menyebut OTT bisa dilakukan setiap hari.

"Artinya elu gagal dong bos, ini orang gagal minta tepuk tangan terus, gila ini, otak kita ini diputarnya ke arah yang salah. Suruh memberantas korupsi tapi tiap hari bilang kalau KPK mau bisa setiap hari ditangkap," ujar politisi yang dipecat PKS itu.

Baca juga: Politisi PSI Nilai Prabowo Tak Layak Sebut Korupsi di RI seperti Kanker Stadium 4

Fahri menilai, KPK sudah salah jalan. Dalam kontestasi Pemilihan Presiden ini, Fahri meminta dua pasang calon presiden dan wakil presiden menyiapkan strategi pemberantasan korupsi pada 100 hari pertama mereka.

Dia berpendapat KPK seharusnya digabung dengan lembaga lain seperti Komnas HAM, Ombudsman, LPSK, hingga Komnas Perempuan.

Nantinya gabungan lembaga itu akan menjadi lembaga pengaduan raksasa tempat masyarakat melaporkan penyalahgunaan.

"Itu akan menjadi raksasa tempat orang melaporkan malapraktek di dalam pelayanan publik, di dalam pengadaan barang, tender, dan sebagainya," kata dia.



Close Ads X