Kritik Pidato Prabowo, Jubir Jokowi-Ma'ruf Sebut "Right or Wrong is My Country"

Kompas.com - 28/11/2018, 20:26 WIB
Anggota Pansus Hak Angket KPK dari Fraksi Partai Golkar, Mukhamad Musbakhun di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (3/7/2017).KOMPAS.com/Nabilla Tashandra Anggota Pansus Hak Angket KPK dari Fraksi Partai Golkar, Mukhamad Musbakhun di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (3/7/2017).

JAKARTA, KOMPAS.com - Juru bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Mukhamad Misbakhun, menilai, calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto, seharusnya menggembar-gemborkan persoalan korupsi di Indonesia di depan masyarakat internasional.

Menurut dia, pernyataan Prabowo bukan jalan keluar bagi Indonesia menuju bebas korupsi.

Misbakhun menanggapi pernyataan Prabowo dalam pidatonya di Singapura bahwa korupsi di Indonesia seperti kanker stadium empat.

"Harusnya prinsip yang dipegang itu adalah right or wrong, is my country. Membuka borok bukanlah sebagai bentuk penyelesaian, bukan juga sebagai bentuk jalan keluar," ujar Misbakhun dalam siaran persnya, Rabu (28/11/2018).


Baca juga: Di Singapura, Prabowo Sebut Korupsi di Indonesia seperti Kanker Stadium Empat

"Sikap ini justru semakin membuktikan bahwa Pak Prabowo hanya bisa mempolitisasi sebuah persoalan tanpa memberikan cara penyelesaiannya. Jelas bukan orang yang dewasa dalam menyikapi keadaan, justru dengan membuka aib negeri sendiri," lanjut dia.

Misbakhun mengatakan, mengabdi kepada bangsa dan negara tidak selalu harus berada di dalam pemerintahan.

Berada pada posisi Prabowo saat ini juga bisa berkontribusi bagi kemajuan bangsa Indonesia. 

Dengan mengeluarkan pernyataan tersebut, menurut dia, Prabowo sudah menyia-nyiakan perannya untuk mengabdi bagi bangsa dan negara.

"Jika Pak Prabowo berkata itu pada sebuah forum internasional, maka itu menjadi bukti betapa sempitnya pemikiran Beliau sebagai seorang calon presiden," ujar Misbakhun.

Pernyataan Prabowo

Prabowo Subianto diundang menjadi pembicara utama pada "The World in 2019 Gala Dinner" yang diselenggarakan majalah The Economist di Hotel Grand Hyatt Singapura, Selasa (27/12/2018).

Saat menyampaikan paparannya, Ketua Umum Partai Gerindra itu menyatakan, saat ini Indonesia sangat membutuhkan orang-orang cerdas dan jujur untuk membangun negara demokrasi yang sehat.

Baca juga: Politisi PSI Nilai Prabowo Tak Layak Sebut Korupsi di RI seperti Kanker Stadium 4

"Yang menurut saya paling mendesak, yang dibutuhkan saat ini adalah untuk membentuk sebuah tim anak bangsa yang terbaik dan paling cerdas dengan integritas tinggi untuk melakukan reformasi dan membentuk pemerintahan yang bersih dan antikorupsi," ujar Prabowo seperti dikutip dari siaran persnya, Rabu (28/11/2018).

Menurut Prabowo, Indonesia sudah masuk darurat korupsi. Pasalnya, dari pejabat negara, kalangan anggota Dewan, menteri hingga, hakim tertangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Isu utama di Indonesia sekarang adalah maraknya korupsi, yang menurut saya sudah seperti kanker stadium empat," ujar dia.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X