Misbakhun: Pak Prabowo, Apakah Rakyat Indonesia Serendah Itu?

Kompas.com - 28/11/2018, 15:10 WIB
Capres urut 1 Joko Widodo dan nomor urut 2 Prabowo Subianto berjalan bersama pada Deklarasi Kampanye Damai dan Berintegritas di Kawasan Monas, Jakarta, Minggu (23/9/2018). Deklarasi tersebut bertujuan untuk memerangi hoaks, ujaran kebencian dan politisasi SARA agar terciptanya suasana damai selama penyelenggaraan Pilpres 2019.MAULANA MAHARDHIKA Capres urut 1 Joko Widodo dan nomor urut 2 Prabowo Subianto berjalan bersama pada Deklarasi Kampanye Damai dan Berintegritas di Kawasan Monas, Jakarta, Minggu (23/9/2018). Deklarasi tersebut bertujuan untuk memerangi hoaks, ujaran kebencian dan politisasi SARA agar terciptanya suasana damai selama penyelenggaraan Pilpres 2019.

JAKARTA, KOMPAS.com — Pernyataan calon presiden nomor urut 2 Prabowo Subianto bahwa hak pilih masyarakat Indonesia dapat dibeli dengan sekarung nasi dinilai sangat menyakiti perasaan.

Hal itu disampaikan juru bicara Tim Kampanye Nasional Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Mukhamad Misbakhun.

"Apakah Pak Prabowo mau bilang bahwa memilih Pak Prabowo karena diberi sekarung nasi? Atau memilih Pak Jokowi diberi sekarung nasi?" ujar Misbakhun dalam keterangan pers, Rabu (28/11/2018).

"Apakah rakyat Indonesia serendah itu sehingga dengan mudah dibeli dengan sekarung nasi? Ini benar-benar sangat menyakitkan dan memprihatinkan," lanjut dia.


Baca juga: Di Singapura, Prabowo Sebut Korupsi di Indonesia seperti Kanker Stadium Empat

Misbakhun lebih menyayangkan lagi bahwa pernyataan itu diungkapkan Prabowo di forum berkelas internasional.

Menurut dia, tidak elok seorang tokoh berbicara negatif tentang negaranya sendiri di depan orang dari negara lain.

Anggota DPR RI Fraksi Golkar itu menegaskan, masih banyak masyarakat Indonesia yang menggunakan hak pilihnya berdasarkan hati nurani, bukan alasan materi semata.

Baca juga: Kata Sandiaga, Para Pengusaha Mulai Tertarik Ajak Dirinya dan Prabowo Berdiskusi

Bahkan, Misbakhun menuding, Prabowo tidak pernah berbincang dari hati ke hati dengan masyarakat.

Alhasil, pernyataan yang keluar dari mulutnya tidak sesuai dengan kondisi faktual.

"Masih sangat banyak rakyat memilih berdasar hati nurani, nalar sehat, dan bukan karena uang. Ini memperlihatkan Pak Prabowo memang tak pernah turun ke lapangan untuk berdialog langsung dengan rakyat," ujar Misbakhun.

Prabowo sebelumnya menghadiri acara "The World in 2019 Gala Dinner" yang diselenggarakan majalah The Economist di Hotel Grand Hyatt Singapura, Selasa (27/12/2018).

Baca juga: Timses: Ferdinand Nyinyir, Jokowi Berlalu...

Pada salah satu pidatonya, Prabowo mengatakan, korupsi membuat kondisi kemiskinan di Indonesia menjadi kian parah.

Kondisi itu berbanding terbalik dengan para elite yang hidup berkecukupan.

Prabowo menyebut bahwa para elite selalu mengatakan, masyarakat baik-baik saja, padahal tidak demikian adanya.

"Para elite mereka berpikir bisa membeli semuanya. Rakyat Indonesia miskin maka kita berikan saja beberapa karung nasi dan mereka akan memilih saya, saya akan membeli atau menyuap semua orang," sindir Prabowo.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Close Ads X