Akhir 2018 dan Awal 2019, Jokowi Akan Resmikan Banyak Proyek

Kompas.com - 27/11/2018, 11:41 WIB
Presiden Joko Widodo saat berpidato di Kompas 100 CEO Forum, di JCC, Jakarta, Selasa (27/11/2018). KOMPAS.com/IhsanuddinPresiden Joko Widodo saat berpidato di Kompas 100 CEO Forum, di JCC, Jakarta, Selasa (27/11/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com — Presiden  Joko Widodo mengatakan, pada akhir  2018 hingga 2019, akan banyak proyek infrastruktur di Indonesia yang rampung dan resmi beroperasi.

"Akhir tahun ini dan awal tahun depan, kami akan resmikan infrastruktur yang sudah kami bangun selama empat tahun ini," ujar Jokowi saat menyampaikan pidato pada acara CEO Forum di JCC Senayan, Jakarta, Selasa (27/11/2018).

Jokowi lantas menyebutkan beberapa proyek itu.

Pertama, Tol Jakarta-Surabaya yang akan tersambung pada Desember 2018. Jokowi dijadwalkan meresmikan jalan tol ini.

"Sementara, Jalan Tol Merak-Banyuwangi akan selesai akhir 2019," ujar Jokowi.

Baca juga: Jokowi: Kalau Saya Orang Politik, yang Benar Memang Pembangunan Fokus di Jawa

Sementara itu, tol Trans-Sumatera, Ruas Bakauheuni-Terbanggi Besar sepanjang sekitar 140 kilometer juga akan resmi beroperasi pada Desember 2018.

Namun, untuk ruas Bakauheuni-Palembang ditargetkan selesai pada pertengahan 2019.

Pada akhir 2018 ini, proyek infrastruktur lainnya yang juga akan resmi beroperasi, yakni Pelabuhan Kuala Tanjung, Provinsi Sumatera Utara.

Adapun Pelabuhan New Makassar akan beroperasi pada 2019.

"Satu lagi yang juga saya tunggu-tunggu, akhir 2018 ini, runway ketiga atau terakhir Bandara Soekarno-Hatta sebenarnya akan selesai," ujar Jokowi.

Baca juga: Jokowi Mengaku Minta Tol Bakauheuni-Palembang Rampung April 2019, Para CEO Tertawa

"Tapi, karena pembebasan lahan ada terhambat, mungkin pertengahan tahun 2019 baru akan selesai," ujar Jokowi.

Jokowi mengatakan, banyak negara yang telah meminta tambahan slot penerbangan ke Jakarta antara lain India, Thailand, Uni Emirat Arab, dan China.

"Permintaan-permintaan slot penerbangan yang ke Indonesia ini terlambat semua. Karena banyak negara itu minta. India minta, Uni Emirat Arab minta, China minta, Thailand minta," lanjut Jokowi.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X