Kunjungi Singapura, Prabowo Bertemu PM Lee Hsien Loong

Kompas.com - 26/11/2018, 23:30 WIB
Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto bertemu dengan Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong, Senin (26/11/2018). Pertemuan dengan PM Loong tersebut merupakan bagian dari kegiatan Prabowo selama dua hari, hingga Selasa (27/11/2018), di Singapura.Dok. Tim media pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto bertemu dengan Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong, Senin (26/11/2018). Pertemuan dengan PM Loong tersebut merupakan bagian dari kegiatan Prabowo selama dua hari, hingga Selasa (27/11/2018), di Singapura.

JAKARTA, KOMPAS.com - Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto bertemu dengan Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong, Senin (26/11/2018). Pertemuan dengan PM Loong tersebut merupakan bagian dari kegiatan Prabowo selama dua hari, hingga Selasa (27/11/2018), di Singapura.

"Agenda pertemuan dengan PM Loong ini juga belum lama dibuat. Sebagai salah satu sahabat Prabowo, tentunya PM Loong menyambut langsung saat Prabowo ke Singapura," ujar Direktur Hubungan Internasional Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Irawan Ronodipuro melalui keterangan tertulisnya, Senin (26/11/2018).

Selain bertemu PM Loong, Ketua Umum Partai Gerindra itu juga akan menjadi pembicara utama pada acara The World in 2019 Gala Dinner di Singapura pada Selasa, 27 November 2018. 

Acara tersebut diselenggarakan oleh majalah terkemuka di Inggris, The Economist.

Baca juga: Ketua Timses Prabowo-Sandi Akui Keterbatasan Dana Kampanye

"Acara itu diselenggarakan oleh The Economist, majalah berpusat di London, Inggris yang populer dan paling terpercaya bagi para pemimpin dan pengambil keputusan dunia dalam ulasan nya mengenai isu sosial, ekonomi, dan politik global," kata Irawan. 

Menurut Irawan, dalam forum itu Prabowo diundang untuk memaparkan pandangan strategisnya dalam upaya memajukan bangsa Indonesia dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Ia mengatakan, komunitas pengambil keputusan internasional ingin mengetahui lebih lanjut pandangan strategis Prabowo dalam membawa Indonesia menjadi negara berdaulat yang bisa berkontribusi untuk perekonomian global.

"Salah satu strategi yang akan ia titikberatkan adalah kemampuan Indonesia untuk menyediakan pasokan bioenergi untuk keperluan global dengan adanya 10 juta hektar lahan degradasi yang bisa diolah kembali untuk menghasilkan bioenergi," tutur Irawan.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X