Prabowo Minta Relawannya Awasi DPT

Kompas.com - 23/11/2018, 08:48 WIB
Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto saat berpidato pada acara peresmian Kantor Badan Pemenangan Prabowo-Sandi di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Selasa (30/10/2018). Videonya viral karena menyebutkan tampang Boyolali. dok. YouTube Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto saat berpidato pada acara peresmian Kantor Badan Pemenangan Prabowo-Sandi di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Selasa (30/10/2018). Videonya viral karena menyebutkan tampang Boyolali.

JAKARTA, KOMPAS.com - Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto meminta para relawannya mengawasi daftar pemilih tetap ( DPT) Pemilu 2019.

Hal itu disampaikan Prabowo saat berorasi di hadapan relawannya dalam acara pembekalan relawan di Istora Senayan, Jakarta, Kamis (22/11/2018).

"Saya minta bantuan tolong bantu periksa DPT. Periksa di RW dan RT kalian masing-masing," kata Prabowo kepada para relawan.

Ia menambahkan, 296 kelompok relawan yang hadir di Istora Senayan untuk mendukungnya agar memastikan tak ada yang keliru dalam DPT.

Baca juga: Prabowo Siapkan Orang Terbaik Jika Dirinya Terpilih Jadi Presiden

Ia juga meminta sumbangan dana kampanye kepada para relawan yang hadir dalam acara pembekalan relawan di Istora Senayan, Jakarta, Kamis (22/11/2018).

Permohonan itu disampaikan Prabowo saat berorasi di hadapan para relawan.

"Kemudian tolong terpkasa aku minta bantuan dari kalian semua. Karena kita kekurangan dana perjuangan. Kami minta kerelaan yang mau bantu Rp 2.000, Rp 5.000, Rp 10.000, Rp 20.000. Berapa pun," kata Prabowo.

Nantinya, Prabowo mengatakan, timnya akan mengumumkan rekening yang digunakan untuk menampung dana kampanye tersebut. Ia juga akan mengumumkan nama-nama penyumbang.

Baca juga: Prabowo Sebut Kekayaan Nasional Justru Dinikmati Negara Lain

Mantan Pangkostrad itu mengatakan partai-partai yang mengusungnya tak memiliki dana dengan jumlah besar.

Sementara itu, kata Prabowo, jumlah uang yang dibutuhkan jika nantinya membayar saksi di setiap tempat pemungutan suara (TPS) sangat besar, sehingga ia dan Sandiaga hanya mengharapkan kerja relawan.

"Kalau dua saksi 1 TPS maka 1,6 juta saksi. Kalau kita harus kasih uang makan mereka semua, berapa ratus miliar itu semua?" lanjut Prabowo.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X