Antisipasi Serangan Siber Jelang Pemilu, BSSN Gandeng Facebook dan Twitter - Kompas.com

Antisipasi Serangan Siber Jelang Pemilu, BSSN Gandeng Facebook dan Twitter

Kompas.com - 22/11/2018, 14:22 WIB
ilustrasiNikolaus Wogen/sxc.hu ilustrasi

JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Siber dan Sandi Negara ( BSSN) melakukan koordinasi dengan sejumlah pihak untuk melakukan antisipasi terhadap serangan siber, menjelang pelaksanaan Pemilu 2019.

Koordinasi, dilakukan dengan sejumlah kementerian lembaga, provider komunikasi, hingga pihak media sosial.

Terhadap pihak media sosial, BSSN menggandeng Facebook dan Twitter. Mereka menilai, media sosial tersebut berpotensi terhadap ancaman siber.

"Melakukan koordinasi dengan Kementerian/Lembaga serta provider komunikasi dan media sosial, dilakukan melalui internet service provider seperti Telkom, Biznet, dan sebagainya, serta provider sosial media seperti Facebook, Twitter, dalam hal ini berpotensi ancaman siber," kata Deputi Bidang Penanggulangan dan Pemulihan BSSN Asep Chaerudin, usai Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) dalam Rangka Persiapan Penyelenggaraan Pemilu 2019 di Hotel E Royale, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Kamis (22/11/2018).

Baca juga: 4 Tahun Jokowi-JK, Wiranto Sebut Kejahatan Siber Menurun

Sementara itu, dengan kementerian dan lembaga, BSSN menggandeng KPU, Bawaslu, dan Kominfo.

Terhadap penyelenggara Pemilu, yaitu KPU dan Bawaslu, BSSN melakukan pemasangan server pada infrastruktur IT. Kata Asep, dilakukan pula monitoring situs KPU dan Bawaslu selama 24 jam.

"Ini telah kita koordinasikan, di mana dalam pelaksanaannya, sistem sweeping pengawasan. Melakukan kolaborasi dengan kementarian lembaga terkait dalam pembuatan kebijakan yang berkaitan dengan upaya, strategi, langkah mewujudkan siber yang aman," ujar dia.

Asep melanjutkan, era perkembangan teknologi dan informasi ini sering dimanfaatkan pihak tertentu untuk menjalankan kejahatan, salah satunya terkait pelaksanaan Pemilu.

Baca juga: Pencemaran Nama Baik, Kejahatan Siber yang Paling Banyak Ditangani Polisi

Kejahatan itu direncanakan untuk menyerang data informasi jaringan infrastruktur yang berkaitan denga Pemilu. 

Tujuan penyerangan adalah untuk mengganggu, menonaktifkan, mengambil alih, mengendalikan, hingga mencuri integritas data pemilih.

Taktik yang digunakan oleh penyerang, diantaranya hacking, social enginering, hingga malware.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Terkini Lainnya


Close Ads X