Jokowi Lepas Landas ke Jateng, Hadiri Acara Dana Desa dan Maulid Nabi

Kompas.com - 22/11/2018, 14:05 WIB
Presiden Joko Widodo saat santap sore di restoran milik WNI, Bebek Pak Ndut di Lucky Plaza, Singapura, Selasa (13/11/2018). Fabian Januarius KuwadoPresiden Joko Widodo saat santap sore di restoran milik WNI, Bebek Pak Ndut di Lucky Plaza, Singapura, Selasa (13/11/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com -- Presiden Joko Widodo, Kamis (22/11/2018) siang, bertolak ke Provinsi Jawa Tengah, dalam rangka kunjungan kerja.

Menggunakan pesawat kepresidenan Indonesia-1, Presiden Jokowi beserta rombongan lepas landas dari Pangkalan TNI Angkatan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, pukul 12.00 WIB.

Pesawat pun tiba di Bandar Udara Internasional Ahmad Yani, Kota Semarang pukul 12.45 WIB.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Kepala Polda Jawa Tengah Irjen Condro Kirono dan Pangdam IV/ Diponegoro Mayjen TNI Wuryanto dan Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menyambut ketibaan Presiden Jokowi.

Di provinsi itu, Presiden Jokowi diagendakan menghadiri sarasehan pengelolaan dana desa se-Jateng. Acara itu sendiri dihelat di Pekan Rekreasi Promosi Pembangunan Kota Semarang.

Selepas acara itu, Presiden Jokowi akan kembali ke Bandara Ahmad Yani untuk lepas landas menuju Kota Pekalongan menggunakan Helikopter Super Puma milik TNI Au.

Di Pekalongan, Presiden Jokowi diagendakan mengikuti peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1440 H dan Hari Pahlawan di Alun-alun Kajen, Kabupetan Pekalongan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Presiden langsung kembali ke Semarang untuk menginap. Diketahui, Jumat (23/11/2018) besok, Presiden Jokowi masih akan melaksanakan kunjungan kerja.

Turut mendampingi Presiden dalam penerbangan ke Semarang, yakni Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Sekretaris Militer Presiden Marsekal Muda TNI Trisno Hendradi dan Koordinator Staf Khusus Presiden Teten Masduki.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Indonesia Desak Negara Anggota Gerakan Non-Blok Cari Solusi untuk Palestina

Indonesia Desak Negara Anggota Gerakan Non-Blok Cari Solusi untuk Palestina

Nasional
Heran Wartawan Terus Beritakan Pengurangan Vonis Pinangki, Jampidsus: Dari Dia Negara Dapat Mobil

Heran Wartawan Terus Beritakan Pengurangan Vonis Pinangki, Jampidsus: Dari Dia Negara Dapat Mobil

Nasional
Sita Tanah terkait Kasus Nurdin Abdullah, KPK: Masjid di Atasnya Tetap Bisa Digunakan

Sita Tanah terkait Kasus Nurdin Abdullah, KPK: Masjid di Atasnya Tetap Bisa Digunakan

Nasional
Kemendikbudristek Sebut PTM Terbatas Disesuaikan dengan Tingkat Penularan Covid-19 di Tiap Daerah

Kemendikbudristek Sebut PTM Terbatas Disesuaikan dengan Tingkat Penularan Covid-19 di Tiap Daerah

Nasional
Pimpinan Komisi III Minta Polisi yang Perkosa Remaja Dihukum Maksimal dan Kapolsek Dipecat

Pimpinan Komisi III Minta Polisi yang Perkosa Remaja Dihukum Maksimal dan Kapolsek Dipecat

Nasional
KPK Setor Uang Denda dan Pengganti dari 4 Terpidana, Salah Satunya Penyuap Juliari Batubara

KPK Setor Uang Denda dan Pengganti dari 4 Terpidana, Salah Satunya Penyuap Juliari Batubara

Nasional
Dengan Berbagai Pertimbangan, Siapa Panglima TNI Mendatang?

Dengan Berbagai Pertimbangan, Siapa Panglima TNI Mendatang?

Nasional
Kemenkumham Ambil Alih Pengelolaan Pasar Babakan Kota Tangerang

Kemenkumham Ambil Alih Pengelolaan Pasar Babakan Kota Tangerang

Nasional
Eks Direktur Teknik Garuda Divonis 8 Tahun Penjara

Eks Direktur Teknik Garuda Divonis 8 Tahun Penjara

Nasional
Gus Menteri Berharap Vale Indonesia Bisa Ajak PMA Lain Bermitra dengan Kemendes PDTT

Gus Menteri Berharap Vale Indonesia Bisa Ajak PMA Lain Bermitra dengan Kemendes PDTT

Nasional
Dukung Revisi UU ITE, Komnas HAM Nilai Ruang Berekspresi Tidak Bisa Dipidana

Dukung Revisi UU ITE, Komnas HAM Nilai Ruang Berekspresi Tidak Bisa Dipidana

Nasional
Pakar IAKMI Sebut Meningkatnya Kasus Covid-19 Jadi Alarm untuk Memperkuat Prokes

Pakar IAKMI Sebut Meningkatnya Kasus Covid-19 Jadi Alarm untuk Memperkuat Prokes

Nasional
Periksa 12 ASN Setda Bandung Barat, KPK Dalami Proyek pada Era Aa Umbara

Periksa 12 ASN Setda Bandung Barat, KPK Dalami Proyek pada Era Aa Umbara

Nasional
MUI Imbau Umat Islam di Zona Merah Tak Shalat Idul Adha Berjemaah di Masjid atau Tempat Terbuka

MUI Imbau Umat Islam di Zona Merah Tak Shalat Idul Adha Berjemaah di Masjid atau Tempat Terbuka

Nasional
Mahfud: Sambil Tunggu Revisi Terbatas, Pedoman UU ITE Diharapkan Bisa Maksimal Lindungi Masyarakat

Mahfud: Sambil Tunggu Revisi Terbatas, Pedoman UU ITE Diharapkan Bisa Maksimal Lindungi Masyarakat

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X