Muhammadiyah, NU, dan Jusuf Kalla

Kompas.com - 21/11/2018, 18:46 WIB
- --

Mendamaikan orang itu adalah ibadah yang melampaui nilai ibadah sodakah dan sejumlah ibadah lainnya.

Anugerah Muhammadiyah ke Jusuf Kalla adalah signal kuat dari organisasi ini bahwa sekat-sekat pemisah antara Muhammadiyah dan NU, kini sudah tiada lagi.

Baik Muhammadiyah, maupun NU, tegak dalam pangkalan yang sama bahwa setiap orang yang yang ikhlas menyemen keretakan, adalah pahlawan kemanusiaan yang patut diberi penghargaan.

Muhammadiyah dan NU berjalan seiring dengan pandangan yang sama bahwa konflik anak-anak bangsa, terutama yang bermotif SARA,  bisa dihentikan dengan pandangan holistik dan universal: martabat manusia adalah di atas segala kepentingan.

Pesan yang relevan

Pesan kuat Muhammadiyah melalui penghargaan ke Jusuf Kalla, yang diamini oleh NU tersebut, terasa kian relevan sekarang ini.

Tak pelik kita menelisik, betapa dahsyatnya arus kepentingan politik dari sejumlah politisi tuna akhlak dan defisit moral, yang dengan enteng menggunakan agama untuk mengoleng kapal yang bernama bangsa Indonesia ini.

Agama seolah menjadi barang komoditi yang dijajakan dengan enteng, mengikuti hukum ekonomi: supply and demand.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kita tengah menyaksikan dan mengalami, orang dengan gampang mengklaim kebenaran dan menutup pintu adanya kemungkinan kebenaran dari orang lain.

Agama jadi instrumen pembenaran atas klaim kebenaran yang dibuatnya, dan juga di saat yang berbarengan, agama dijadikan instrumen untuk menegasi kebenaran orang atau kelompok lain.

Dengan agama, karena itu, surga menjadi barang murah yang dijajakan dengan gampang. Di sinilah hulu persoalan. Di sinilah pangkal konflik komunal itu. Semua membawa agama untuk mengklaim kebenaran dan lalu menjanjikan sorga bagi siapa yang ikut dengan klaim kebenaran tersebut.

Muhammadiyah ingin menghentikan itu. NU tidak cocok dengan cara tersebut. Keduanya berprinsip bahwa agama itu adalah rahmatan lil alamin. Dalam perspektif inilah Muhammadiyah Award ke Jusuf Kalla itu, seyogianya kita tempatkan.

Dalam perang atau konflik, terutama perang-konflik yang berkaitan dengan etnis, ras, dan agama, damai sangat sulit diwujudkan. Tapi lebih sulit lagi menemukan orang yang bisa mendamaikan. Muhammadiyah telah menemukan orang yang bisa mendamaikan orang lain, Jusuf Kalla.  

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Proses Perizinan Usaha Dinilai Lebih Rumit karena UU Cipta Kerja, Ini Rekomendasi Bima Arya

Proses Perizinan Usaha Dinilai Lebih Rumit karena UU Cipta Kerja, Ini Rekomendasi Bima Arya

Nasional
MAKI Desak Kejaksaan Agung Segera Pecat Pinangki

MAKI Desak Kejaksaan Agung Segera Pecat Pinangki

Nasional
Vaksinolog Sebut Antibodi Turun Setelah 6 Bulan Divaksinasi, tapi Proteksi Tetap Ada

Vaksinolog Sebut Antibodi Turun Setelah 6 Bulan Divaksinasi, tapi Proteksi Tetap Ada

Nasional
Penjelasan Lengkap Kemendagri soal Warga Bekasi yang Sempat Batal Vaksin karena NIK-nya Digunakan WNA

Penjelasan Lengkap Kemendagri soal Warga Bekasi yang Sempat Batal Vaksin karena NIK-nya Digunakan WNA

Nasional
Soal Tarung Bebas di Makassar, Wakil Ketua Komisi X: Sediakan Wadah Penyaluran Ekspresi yang Positif

Soal Tarung Bebas di Makassar, Wakil Ketua Komisi X: Sediakan Wadah Penyaluran Ekspresi yang Positif

Nasional
Marak Baliho Politisi, Pengamat: Seharusnya Mereka Paham Harus Berbuat Apa Saat Pandemi Ini

Marak Baliho Politisi, Pengamat: Seharusnya Mereka Paham Harus Berbuat Apa Saat Pandemi Ini

Nasional
Bima Arya Sebut UU Cipta Kerja Ciptakan Semacam Tsunami Regulasi Baru, Jadi Lebih Rumit

Bima Arya Sebut UU Cipta Kerja Ciptakan Semacam Tsunami Regulasi Baru, Jadi Lebih Rumit

Nasional
Ketua DPR: Sasaran Vaksinasi Covid-19 Diperluas, Distribusi Tidak Boleh Tersendat

Ketua DPR: Sasaran Vaksinasi Covid-19 Diperluas, Distribusi Tidak Boleh Tersendat

Nasional
Ombudsman RI Ungkap Laporan Masyarakat Terkait Investasi

Ombudsman RI Ungkap Laporan Masyarakat Terkait Investasi

Nasional
KPK Telusuri Keterlibatan Pihak Lain dalam Kasus Suap Bansos Covid-19

KPK Telusuri Keterlibatan Pihak Lain dalam Kasus Suap Bansos Covid-19

Nasional
Ngabalin Sebut Pengecatan Pesawat Kepresidenan Tak Ganggu Anggaran Penanganan Covid-19

Ngabalin Sebut Pengecatan Pesawat Kepresidenan Tak Ganggu Anggaran Penanganan Covid-19

Nasional
Panglima TNI: Semoga Tuhan Senantiasa Menjaga, Melindungi dan Membalas Pengabdian Tulus Nakes

Panglima TNI: Semoga Tuhan Senantiasa Menjaga, Melindungi dan Membalas Pengabdian Tulus Nakes

Nasional
Pesawat Kepresidenan Tuai Polemik, tapi Politisi Demokrat dan PDI-P Berdebat soal Warna Biru dan Merah

Pesawat Kepresidenan Tuai Polemik, tapi Politisi Demokrat dan PDI-P Berdebat soal Warna Biru dan Merah

Nasional
Papua Nugini Tegaskan Hormati Kedaulatan Indonesia atas Papua

Papua Nugini Tegaskan Hormati Kedaulatan Indonesia atas Papua

Nasional
Tingkatkan Perekonomian Desa, Kemendesa PDTT Kerja Sama dengan BSI

Tingkatkan Perekonomian Desa, Kemendesa PDTT Kerja Sama dengan BSI

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X