Belum Pasti Hadiri Reuni 212, Sandiaga Pertimbangkan 3 Hal Ini

Kompas.com - 21/11/2018, 18:06 WIB
Calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno saat ditemui usai menjadi pembicara dalam acara Indonesia Economic Forum 2018, di Hotel Shangrila, Jakarta Pusat, Rabu (21/11/2018). KOMPAS.com/Devina HalimCalon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno saat ditemui usai menjadi pembicara dalam acara Indonesia Economic Forum 2018, di Hotel Shangrila, Jakarta Pusat, Rabu (21/11/2018).
Penulis Devina Halim
|
Editor Krisiandi

JAKARTA, KOMPAS.com - Calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno mengungkapkan tiga hal yang menjadi pertimbangannya untuk menghadiri acara Reuni Aksi 2 Desember. 

Reuni yang rencananya digelar di Monas, Jakarta Pusat ini diinisiasi Persaudaraan Alumni 212 (PA 212). 

Pertimbangan pertama, kata Sandiaga, adalah terkait izin penyelenggaraan acara dari pihak berwajib.

"Mengenai 212 sendiri, saya sudah sampaikan bahwa kita harus pastikan pemerintah dan aparat memperbolehkan," kata Sandi saat ditemui usai menjadi pembicara dalam acara Indonesia Economic Forum 2018, di Hotel Shangrila, Jakarta Pusat, Rabu (21/11/2018).


Baca juga: Polri Minta Acara Reuni Alumni 212 Tak Kerahkan Massa yang Besar

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah menyetujui Monas digunakan sebagai tempat acara Reuni 212.

Namun, Anies mengingatkan bahwa izin keramaian acara itu dikeluarkan oleh polisi, bukan Pemprov DKI Jakarta.

Terkait perizinan, Sandi mengaku akan berkomunikasi dengan Anies. 

"Nah ini yang saya pengan tanya ke Pak Anies, sampai sekarang saya belum terhubung dengan Pak Anies," tuturnya.

Baca juga: Anies Tidak Larang Monas Digunakan untuk Reuni 212

Hal lain yang ia pikirkan adalah soal waktu. Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta tersebut mengaku telah memiliki jadwal yang padat hingga bulan Desember mendatang.

"Saya musti mengecek dulu karena jadwal saya sampai Desember sudah full, kebetulan hari ini di Jakarta, mulai besok di Jawa Timur untuk 5 atau 6 hari," jelas dia.

Sandi pun mengaku perlu berkonsultasi dengan pasangannya, calon presiden Prabowo Subianto, terkait efektivitas kehadiran mereka.

"Ketiga, saya ingin bicarakan dengan Pak Prabowo karena efektifitas kita hadir, kalau dua-duanya hadir di sana bagaimana, kalau cuma satu yang hadir seperti apa," tuturnya.

Kompas TV Sampai kapan kampanye Pilpres diisi oleh baku sindir tak bermutu? dan kapan publik akan mendengar visi dan misi bermutu sehingga mereka bisa dengan mantap menentukan pilihanya di Pilpres 2019? Untuk membahasnya sudah hadir di studio KompasTV juru bicara badan pemenangan nasional Prabowo-Sandiaga Andre Rosiade kemudian ada direktur hukum dan advokasi Jokowi-Maruf Amin Irfan Pulungan dan peneliti Perludem Fadil Ramadhanil.

 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X