Soal Pengganti Taufik Kurniawan, Ketua DPR Belum Terima Surat dari PAN

Kompas.com - 21/11/2018, 12:53 WIB
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Bambang Soesatyo di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Selatan, Rabu (21/11/2018). KOMPAS.com/JESSI CARINA Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Bambang Soesatyo di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Selatan, Rabu (21/11/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Bambang Soesatyo mengatakan, Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) belum mengirimkan surat terkait pengganti Taufik Kurniawan, baik sebagai Wakil Ketua DPR maupun dalam keanggotaannya di DPR.

"Sampai hari ini saya belum menerima atau kami pimpinan belum menerima secarik surat pun dari Fraksi PAN," ujar Bambang di kompleks parlemen, Rabu (21/11/2018).

Bambang mengatakan saat ini pihaknya hanya menunggu Fraksi PAN. Dia menegaskan ini merupakan kewenangan Fraksi PAN.

"Posisi kami adalah posisi yang menunggu karena sepenuhnya adalah kewenangan dari Fraksi PAN," ujar Bambang.

Baca juga: Hampir Sebulan Berstatus Tersangka, Taufik Kurniawan Masih Jabat Wakil Ketua DPR

Sementara itu, Ketua Komisi VIII yang juga anggota Fraksi PAN, Ali Taher, mengatakan, masalah pergantian Taufik Kurniawan diserahkan ke pimpinan partai.

"Kita serahkan ke pimpinan partai untuk menentukan," kata Ali.

Ali mengatakan, hal yang pasti adalah pengganti Taufik Kurniawan harus tokoh senior.

Selain itu, memiliki kompetensi dan bebas korupsi, kolusi, nepotisme.

Taufik Kurniawan sendiri sudah hampir satu bulan berstatus sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Baca juga: Nama-nama Kader PAN yang Disebut Jadi Kandidat Pengganti Taufik Kurniawan

Pengumuman penetapan Taufik sebagai tersangka disampaikan Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan dalam konferensi pers di gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin (29/10/2018).

Taufik diduga menerima hadiah atau janji terkait dengan perolehan anggaran DAK fisik pada perubahan APBN Tahun Anggaran 2016.

Taufik disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 hurut b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001.

Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X