Menurut Idrus, Keterangan Kotjo Buktikan Dirinya Tak Terlibat Kasus Suap

Kompas.com - 16/11/2018, 15:05 WIB
Tersangka kasus dugaan suap terkait kesepakatan kontrak kerja sama pembangunan PLTU Riau-1 di Provinsi Riau, Idrus Marham di KPK, Jakarta, Rabu (19/9/2018) DYLAN APRIALDO RACHMAN/KOMPAS.comTersangka kasus dugaan suap terkait kesepakatan kontrak kerja sama pembangunan PLTU Riau-1 di Provinsi Riau, Idrus Marham di KPK, Jakarta, Rabu (19/9/2018)
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Mantan Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Idrus Marham menilai, keterangan Johannes Budisutrisno Kotjo dalam persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, semakin menguntungkan dirinya.

Menurut Idrus, keterangan yang disampaikan Kotjo membuktikan dirinya tidak terlibat dalam kasus suap terkait proyek pembangunan PLTU Riau 1.

"Pak Kotjo kan sudah buat pernyataan. Itu lebih bagus daripada saya buat pernyataan terima uang atau tidak. Pak Kotjo nyatakan tidak, apa menerima janji, Pak Kotjo sudah jelaskan," ujar Idrus sebelum menjalani pemeriksaan di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Jakarta, Jumat (16/11/2018).

Baca juga: Kotjo Berencana Berikan 500.000 Dollar AS ke Eni Maulani Terkait Proyek PLTU Riau

Sebelumnya, saat menjalani pemeriksaan sebagai terdakwa di Pengadilan, Kotjo yang merupakan pemegang saham Blackgold Natural Resources Ltd mengatakan kepada hakim bahwa Idrus tidak pernah menerima uang darinya terkait proyek PLTU Riau 1.

Menurut Kotjo, dia juga tidak pernah menjanjikan uang kepada Idrus. Nama Idrus juga tidak terdapat dalam catatan rencana pembagian fee terkait proyek PLTU.

Idrus Marham ditetapkan sebagai tersangka setelah diduga berperan dalam pemberian uang suap terhadap Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih.

Baca juga: Kasus PLTU Riau-1, Eni Maulani Serahkan Rp 1,3 Miliar ke KPK

Menurut KPK, Idrus berperan mendorong agar Eni menerima uang Rp 4,7 miliar dari Johannes Budisutrisno Kotjo.

Eni Maulani Saragih sebelumnya ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait proyek pembangunan PLTU Riau 1.

Eni diduga menerima suap atas kesepakatan kontrak kerja sama pembangunan PLTU.

Dalam pengembangan penyidikan diketahui bahwa Idrus ikut membantu dan bersama-sama dengan Eni Maulani menerima suap.

Adapun, Idrus dijanjikan uang 1,5 juta dollar AS oleh Johannes Budisutrisno Kotjo.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X