Bebaskan Kader Memilih dalam Pilpres 2019, Demokrat Ingin Ulangi Masa Jaya - Kompas.com

Bebaskan Kader Memilih dalam Pilpres 2019, Demokrat Ingin Ulangi Masa Jaya

Kompas.com - 13/11/2018, 14:52 WIB
Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Agus Hermanto di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (16/7/2018)Kompas.com/Rakhmat Nur Hakim Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Agus Hermanto di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (16/7/2018)

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Agus Hermanto mengatakan partainya ingin bisa sukses melewati Pemilihan Legislatif 2019. Partai Demokrat tak hanya ingin sukses dalam Pemilihan Presiden saja.

Itu sebabnya Demokrat memberi keleluasaan kepada calegnya untuk menggunakan strategi yang sesuai dengan karakteristik masing-masing daerah pemilihan (dapil) dalam berkampanye.

"Pada saat ini Partai Demokrat yang diperjuangkan adalah Pileg dan Pilpres. Dua-duanya harus sukses," ujar Agus di kompleks parlemen, Selasa (13/11/2018).

Agus mengingatkan hasil survei dari berbagai lembaga menunjukan bahwa elektabilitas Demokrat kurang tinggi. Wajar jika Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono menganjurkan calegnya berjuang meningkatkan perolehan suara dengan menggunakan strategi yang paling cocok dengan karakteristik dapilnya.

Baca juga: Setelah Demokrat Bebaskan Kadernya Tentukan Pilihan di Pilpres 2019...

Agus mengatakan Partai Demokrat ingin megulang kejayaan beberapa tahun lalu ketika Demokrat mendapat banyak suara.

"Target kita ingin seperti kejayaan kita di 2009. Kalau toh tak bisa, itu pasti hal-hal yang dekati seperti itu, paling tidak semua harus kita perbaiki. Semua harus lebih baik daripada 2014," ujar Agus.

Sebelumnya, Komandan Komando Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) tak menjawab secara tegas ketika ditanya apakah caleg partainya akan mengampanyekan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Baca juga: Demokrat Bebaskan Kader Terkait Pilihan Capres

AHY hanya menjawab caleg Demokrat akan menggunakan strategi yang sesuai dengan karakteristik masing-masing daerah pemilihan (dapil) dalam berkampanye.

"Yang jelas caleg tujuannya adalah untuk menang. Mendapatkan kursi sebagai wakil rakyat. Segala hal strategi dijalankan disesuaikan dengan karakteristik daerah masing-masing," kata AHY.

Ia mengatakan, Pemilu 2019 merupakan tantangan yang berat bagi Partai Demokrat yang tidak mengusung capres dan cawapres. Hanya partai yang mengusung capres atau cawapres yang diuntungkan pada Pemilu 2019.

Dengan demikian, partai bisa mendapat limpahan suara dari tingginya elektabilitas capres atau cawapres yang diusung.

Karena tak mengusung capres atau cawapres, saat ini Demokrat mengedepankan figur para caleg di dapil masing-masing untuk meraih kursi.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Close Ads X