Kartu Nikah Diberikan Bersamaan dengan Buku Nikah

Kompas.com - 12/11/2018, 21:49 WIB
Sepasang pengantin menunjukkan buku nikahnya usai mengikuti nikah massal di jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Minggu (31/12/2017). Nikah massal yang diadakan oleh pemerintah DKI Jakarta ini diikuti sebanyak 437 pasangan pengantin dari berbagai usia. KOMPAS.com / ANDREAS LUKAS ALTOBELISepasang pengantin menunjukkan buku nikahnya usai mengikuti nikah massal di jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Minggu (31/12/2017). Nikah massal yang diadakan oleh pemerintah DKI Jakarta ini diikuti sebanyak 437 pasangan pengantin dari berbagai usia.

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menyatakan kartu nikah akan diberikan bersamaan dengan buku nikah. Karena itu, ia menegaskan kartu nikah bukan pengganti buku nikah.

Hal itu disampaikan Lukman meluruskan informasi soal keberadaan kartu nikah yang sempat dikira pengganti buku nikah.

"Jadi (setelah akad nikah) dicatat oleh penguhulu, kita dicatat dan diterbitkan buku nikah dan secara bersamaan kartu nikah diberikan," ujar Lukman saat ditemui di Kantor Kementerian Agama ( Kemenag), Jakarta, Senin (12/11/2018).

Lukman mengatakan Kemenag menargetkan penerbitan 1 juta kartu nikah pada peluncuran di tahun 2018. Artinya, ada 500.000 pasangan yang akan memperoleh kartu nikah.

Baca juga: Kartu Nikah Mulai Digunakan Akhir November, Begini Bentuknya...

Kemenag memprioritaskan penerbitan kartu nikah untuk pasangan yang baru menikah. Sedangkan bagi pasangan yang telah menikah akan mendapatkan kartu nikah secara bertahap.

Namun demikian, Kemenag belum menyiapkan mekanisme distribusi kartu nikah bagi pasangan yang sudah menikah.

"Distribusi itu tentu dari masing-masing daerah dan permintaan masyarakat di daerah itu. Poin yang harus dipahami semua kita adalah prinsipnya dimungkinkan mendapatkan kartu nikah dari sisi waktu memang saat ini prioritas diberikan kepada yang menikah pada saat ini dan ke depan," lanjut dia.

Kemenah secara resmi meluncurkan kartu nikah sebagai pelengkap buku nikah pada 8 November 2018. Kemenag menargetkan satu juta kartu nikah bisa disebarkan untuk pasangan yang baru menikah pada tahun 2018.

Baca juga: Kemenag Jelaskan Perbedaan Buku Nikah dan Kartu Nikah

Untuk pasangan yang sudah menikah, suplai kartu nikah dilakukan bertahap.

Peluncuran itu ditandai dengan beroperasinya Aplikasi Sistem Informasi Manajemen Nikah (SIMKAH) berbasis web dan kartu nikah.

Disebutkan, Simkah berbasis web merupakan direktori data nikah yang terintegrasi dengan Aplikasi Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) Kementerian Dalam Negeri, dan Sistem Informasi PNBP Online (SIMPONI) Kementerian Keuangan.

Kartu nikah berfungsi untuk membantu masyarakat yang hendak mengurus administrasi yang membutuhkan status pernikahan. Dengan bentuknya yang lebih sederhana, ia lebih mudah dibawa.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X