Kadernya Tak Jadi Capres, Golkar Yakin Tetap Dapat Keuntungan Elektoral dari Jokowi

Kompas.com - 12/11/2018, 19:24 WIB
Ketua DPP Partai Golkar Ace Hasan Syadzily saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (25/72018). Reza JurnalistonKetua DPP Partai Golkar Ace Hasan Syadzily saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (25/72018).
Penulis Jessi Carina
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua DPP Partai Golkar Ace Hasan Syadzily tidak sepakat jika PDI-Perjuangan dan Partai Gerindra diebut sebagai partai yang mendapatkan keuntungan elektoral lebih besar dibanding partai lain dalam Pemilihan Legislatif 2019.

Adapun, PDI-P dan Gerindra dinilai mendapatkan keuntungan elektoral karena memiliki kader calon presiden dalam Pemilihan Presiden 2019.

Menurut dia, efek ekor jas atau coattail effect tergantung pada sosok calon presidennya.

"Itu tergantung siapa capresnya. Di internal koalisi parpol pendukung Jokowi-Ma'ruf, setiap partai diberi kesempatan yang sama untuk mengampanyekan Jokowi-Ma'ruf," ujar Ace di Posko Cemara, Senin (12/11/2018).

Baca juga: Golkar Akan Buat Jokowi-Maruf Menang Tebal di Jawa Barat

Contohnya adalah saat Jokowi berkunjung ke Bandung kemarin. Ace mengatakan, dia sebagai salah satu elite Partai Golkar turut mendampingi Jokowi selama di Bandung. Kesempatan untuk "tampil" bersama Jokowi tidak hanya untuk PDI-Perjuangan saja.

Menurut Ace, Jokowi punya kemampuan untuk mengelola partai koalisinya. Dengan begitu, tidak ada partai koalisi yang merasa tidak mendapatkan keuntungan elektoral dari Jokowi. Tak hanya PDI-P, semua partai koalisi memiliki kesempatan yang sama dalam mengasosiasikan diri dengan Jokowi.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Sekarang Pak Jokowi bagi siapa pun parpolnya terbuka untuk mengasosiasikan diri dari parpol itu. Seperti Golkar kan kita bikin 'GoJo' Golkar Jokowi. Ada asosiasi, ada co-branding untuk Golkar juga. Jadi peluang itu tetap terbuka," ujar Ace.

Pemilu yang berat bagi Demokrat

Pernyataan Ace ini untuk menanggapi Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang menilai, Pemilu 2019 sangat menguntungkan bagi PDI-P dan Gerindra karena berlangsung serentak.

Sebab, dua partai itu mengusung kader sendiri sebagai capres yang elektabilitasnya membawa limpahan suara bagi partai dalam pemilu legislatif.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

KPK Cetak Lagi Penyuluh Antikorupsi Bersertifikat, Total Ada 188 dalam Satu Semester Terakhir

KPK Cetak Lagi Penyuluh Antikorupsi Bersertifikat, Total Ada 188 dalam Satu Semester Terakhir

Nasional
Kasus Mingguan Naik 92 Persen, Satgas Covid-19 Minta Pemda Optimalkan PPKM

Kasus Mingguan Naik 92 Persen, Satgas Covid-19 Minta Pemda Optimalkan PPKM

Nasional
Guru Besar Universitas Udayana Sebut Vaksin Covid-19 Efektif Lawan Varian Alpha dan Delta

Guru Besar Universitas Udayana Sebut Vaksin Covid-19 Efektif Lawan Varian Alpha dan Delta

Nasional
Komnas HAM Layangkan Surat Panggilan ke BAIS, BIN, dan BNPT Terkait TWK Pegawai KPK

Komnas HAM Layangkan Surat Panggilan ke BAIS, BIN, dan BNPT Terkait TWK Pegawai KPK

Nasional
Pegawai KPK Minta Hasil TWK, BKN: Sudah Ketetapan Panglima TNI, Itu Rahasia

Pegawai KPK Minta Hasil TWK, BKN: Sudah Ketetapan Panglima TNI, Itu Rahasia

Nasional
Keterisian RS Covid-19 di 5 Provinsi Pulau Jawa Melebihi 80 Persen

Keterisian RS Covid-19 di 5 Provinsi Pulau Jawa Melebihi 80 Persen

Nasional
Satgas: Pulau Jawa Masih Jadi Penyumbang Terbesar Naiknya Angka Covid-19 di Indonesia

Satgas: Pulau Jawa Masih Jadi Penyumbang Terbesar Naiknya Angka Covid-19 di Indonesia

Nasional
Satgas: Kasus Covid-19 Naik Tajam 4 Minggu Terakhir, Capai 92 Persen

Satgas: Kasus Covid-19 Naik Tajam 4 Minggu Terakhir, Capai 92 Persen

Nasional
Satgas Minta Pasien Covid-19 yang Membaik di RS Segera Dirujuk Isolasi Mandiri

Satgas Minta Pasien Covid-19 yang Membaik di RS Segera Dirujuk Isolasi Mandiri

Nasional
Tingkat Pasien Sembuh Rendah, Satgas Covid-19 Minta Daerah Evaluasi Kebijakan

Tingkat Pasien Sembuh Rendah, Satgas Covid-19 Minta Daerah Evaluasi Kebijakan

Nasional
Soal Ivermectin, BPOM: Untuk Pengobatan Covid-19 Harus dengan Izin Dokter

Soal Ivermectin, BPOM: Untuk Pengobatan Covid-19 Harus dengan Izin Dokter

Nasional
Kemenkes: Memasukkan Hasil Swab Antigen ke Laporan Harian Covid-19 Bukan Strategi Tekan 'Positivity Rate'

Kemenkes: Memasukkan Hasil Swab Antigen ke Laporan Harian Covid-19 Bukan Strategi Tekan "Positivity Rate"

Nasional
Satgas: Gap Kasus Positif dan Angka Kesembuhan Covid-19 Paling Besar Ada di Pulau Jawa

Satgas: Gap Kasus Positif dan Angka Kesembuhan Covid-19 Paling Besar Ada di Pulau Jawa

Nasional
Alasan BKN Libatkan Instrumen TNI AD dalam Penyelenggaraan TWK Pegawai KPK

Alasan BKN Libatkan Instrumen TNI AD dalam Penyelenggaraan TWK Pegawai KPK

Nasional
Satgas Minta Pemerintah Daerah Tingkatkan Kualitas Penanganan Pasien Covid-19

Satgas Minta Pemerintah Daerah Tingkatkan Kualitas Penanganan Pasien Covid-19

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X