SBY Sebut PDI-P dan Gerindra Diuntungkan di Pilpres 2019

Kompas.com - 10/11/2018, 17:38 WIB
Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono saat menyampaikan pidato politik memperingati 17 Tahun Partai Demokrat di Djakarta Theater, Jakarta, Senin (17/9/2018).Abror Rizki Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono saat menyampaikan pidato politik memperingati 17 Tahun Partai Demokrat di Djakarta Theater, Jakarta, Senin (17/9/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com — Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono ( SBY) menilai, Pemilu 2019 sangat menguntungkan bagi PDI-P dan Gerindra karena berlangsung serentak.

Sebab, keduanya mengusung kader sendiri sebagai capres yang elektabilitasnya membawa limpahan suara bagi partai dalam pemilu legislatif.

"Pemilu 2019 ini dilaksanakan secara serentak, pilpres bersamaan dengan pileg. Survei membuktikan saat ini partai politik yang punya capres sangat diuntungkan," ujar SBY dalam pidato pembukaannya dalanm acara pembekalan caleg Demokrat di Hotel Sultan, Senayan, Jakarta, Sabtu (10/11/2018).

"Contohnya PDI-P dengan Pak Jokowi sebagai capres kader partai itu dan Gerindra dengan Pak Prabowo sebagai capres kader Gerindra," lanjut SBY.

Baca juga: Demokrat dan PPP Puji Jokowi yang Gratiskan Tol Suramadu

Presiden keenam RI itu menambahkan, hal tersebut tecermin dalam sejumlah survei yang menunjukkan suara PDI-P dan Gerindra meningkat tajam di Pileg 2019.

Sebaliknya, lanjut SBY, partai-partai yang tak mengusung capres atau cawapres suaranya anjlok di pileg.

SBY menganggap hal itu merupakan tantangan berat bagi Demokrat lantaran tak mengusung capres atau cawapres di Pilpres 2019. Namun, ia tetap optimistis partainya bisa sukses di Pileg 2019.

"Kalau tantangan kita berat harus saya katakan demikian, tanpa mengurangi keyakinan dan optimisme saya. Kalau kita sunguh berikhtiar, terbuka peluang bagi Demorat untuk sukses di tahun depan," lanjut SBY.


Terkini Lainnya

Catatan Perludem: TPS Masih Ada yang Minim Ketersediaan Informasi

Catatan Perludem: TPS Masih Ada yang Minim Ketersediaan Informasi

Nasional
Ini Isi Surat Instruksi SBY kepada Kader Demokrat

Ini Isi Surat Instruksi SBY kepada Kader Demokrat

Nasional
SBY Minta Demokrat Tak Terlibat Kegiatan yang Bertentangan dengan Konstitusi

SBY Minta Demokrat Tak Terlibat Kegiatan yang Bertentangan dengan Konstitusi

Nasional
Perludem Minta Semua Pihak Hormati Proses Penghitungan Suara oleh KPU

Perludem Minta Semua Pihak Hormati Proses Penghitungan Suara oleh KPU

Nasional
Jumat Siang, Hujan Diprediksi Guyur Beberapa Wilayah Jabodetabek

Jumat Siang, Hujan Diprediksi Guyur Beberapa Wilayah Jabodetabek

Megapolitan
Catatan Perludem soal Pemilu, TPS Masih Ada yang Kurang Ramah Penyandang Disabilitas

Catatan Perludem soal Pemilu, TPS Masih Ada yang Kurang Ramah Penyandang Disabilitas

Nasional
Ganjar Pranowo Puas dengan Perolehan Suara Jokowi-Ma'ruf di Jateng

Ganjar Pranowo Puas dengan Perolehan Suara Jokowi-Ma'ruf di Jateng

Regional
Polisi: Pengemudi Camry Tabrak 5 Kendaraan Bermotor, 7 Orang Luka-luka

Polisi: Pengemudi Camry Tabrak 5 Kendaraan Bermotor, 7 Orang Luka-luka

Megapolitan
Hasil 'Quick Count' Sejumlah Lembaga: Jokowi-Ma'ruf Unggul di DKI Jakarta

Hasil "Quick Count" Sejumlah Lembaga: Jokowi-Ma'ruf Unggul di DKI Jakarta

Megapolitan
'Contohlah Pak Jokowi, meski Menang Tidak Deklarasi Kemenangannya, Dia Minta Tunggu KPU'

"Contohlah Pak Jokowi, meski Menang Tidak Deklarasi Kemenangannya, Dia Minta Tunggu KPU"

Nasional
Pengemudi Camry yang Tabrak Sejumlah Pengendara Motor di Tendean Diduga Mabuk

Pengemudi Camry yang Tabrak Sejumlah Pengendara Motor di Tendean Diduga Mabuk

Megapolitan
Sepekan Jalani Perawatan, Seorang Korban Ledakan Ruko di Medan Meninggal

Sepekan Jalani Perawatan, Seorang Korban Ledakan Ruko di Medan Meninggal

Regional
Imigrasi Georgia: Dua Perempuan Saudi Bersedia Ajukan Suaka

Imigrasi Georgia: Dua Perempuan Saudi Bersedia Ajukan Suaka

Internasional
Pengemudi Camry Tabrak Sejumlah Pengendara Motor di Tendean hingga Saharjo

Pengemudi Camry Tabrak Sejumlah Pengendara Motor di Tendean hingga Saharjo

Megapolitan
Dosen yang Racuni Anggota DPRD Sragen Dijerat Pasal Pembunuhan Berencana

Dosen yang Racuni Anggota DPRD Sragen Dijerat Pasal Pembunuhan Berencana

Regional

Close Ads X