Anak-anak Orasi Lupakan Jokowi di Aksi 211, Prabowo-Sandi Akan Dilaporkan ke Bawaslu - Kompas.com

Anak-anak Orasi Lupakan Jokowi di Aksi 211, Prabowo-Sandi Akan Dilaporkan ke Bawaslu

Kompas.com - 09/11/2018, 21:18 WIB
Calon presiden Prabowo Subianto melakukan orasi untuk para pendukungnya seusai mendaftarkan dirinya di Gedung KPU RI, Jakarta, Jumat (10/8/2018). Pasangan Prabowo-Sandi secara resmi mendaftar sebagai calon presiden dan wakil presiden tahun 2019-2024.MAULANA MAHARDHIKA Calon presiden Prabowo Subianto melakukan orasi untuk para pendukungnya seusai mendaftarkan dirinya di Gedung KPU RI, Jakarta, Jumat (10/8/2018). Pasangan Prabowo-Sandi secara resmi mendaftar sebagai calon presiden dan wakil presiden tahun 2019-2024.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kelompok masyarakat disebut akan melaporkan pasangan calon presiden dan wakil presiden 02, Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno ke Bawaslu.

Direktur Hukum dan Advokasi Tim Kampanye Nasional Jokowi-Maruf Irfan Pulungan mengatakan laporan itu terkait adanya anak-anak yang berorasi mengampanyekan Prabowo-Sandiaga dalam aksi 211 beberapa hari lalu.

"Untuk video aksi demo itu, rencananya ada kelompok masyarakat yang minta kami dampingi ke Bawaslu karena kami melihat itu ada unsur kampanye," ujar Irfan di Posko Cemara, Jumat (9/11/2018).

"Yang kita laporkan itu paslon nomor 02," tambah Irfan.

Baca juga: Fahira Idris Dilaporkan ke Bawaslu Atas Dugaan Politisasi Aksi 211

Irfan sempat memutarkan video orasi tersebut. Tampak seorang anak kecil berdiri di atas mobil komando dan berorasi di depan massa aksi.

Orasi itu diakhiri dengan pantun. Irfan mengatakan pantun tersebut bermuatan kampanye karena mengajak memilih pasangan calon tertentu.

"Jalan jalan ke Kelapa Dua. Jangan lupa mampir ke toko sepatu. Eh lu lu pada jangan lupa pilih nomor 02. Lupain yang nomor 01," isi orasi dalam video itu.

Baca juga: Bawaslu dan KPAI Akan Bahas Dugaan Keterlibatan Anak dalam Aksi 211

TKN Jokowi-Ma'ruf memiliki dugaan bahwa tindakan anak tersebut berkaitan dengan pasangan Prabowo-Sandiaga. Irfan mengatakan tidak mungkin anak kecil bisa berorasi seperti itu secara spontan.

"Pasti ada arahan dan bimbingan. Kami minta Bawaslu yang identifikasi, apakah ada arahan dari paslon nomor 02 dan sebagainya," kata Irfan.

Irfan juga mengatakan dalam video tersebut terlihat orang-orang dewasa di sekitar anak itu. Menurut dia, Bawaslu perlu mengkaji apakah orang dewasa itu mempunyai kaitan dengan Prabowo-Sandiaga.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Close Ads X