Soal "Politisi Genderuwo", Timses Sebut Jokowi Ingin Lawan Propaganda Kubu Prabowo - Kompas.com

Soal "Politisi Genderuwo", Timses Sebut Jokowi Ingin Lawan Propaganda Kubu Prabowo

Kompas.com - 09/11/2018, 20:28 WIB
Sekretaris Jenderal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Kadir Karding di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta, Minggu (12/8/2018).Reza Jurnaliston Sekretaris Jenderal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Kadir Karding di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta, Minggu (12/8/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional Abdul Kadir Karding menyatakan Presiden Joko Widodo hendak menghadirkan politik yang optimistik di kampanye Pilpres 2019.

Hal itu disampaikan Karding menanggapi pernyataan Jokowi yang menyebut ada politisi Genderuwo saat membagikan 3.000 sertifikat tanah di GOR Tri Sanja, Kabupaten Tegal, Jumat (9/11/2018).

"Rakyat mesti diberikan pendidikan politik, mesti diberikan penyataan yang dicerna akal sehat sesuai adat kebudayaan kita dan memiliki makna optimisme ke depan. Itulah yang diharapkan Presiden (melalui pernyataannya)," kata Karding saat dihubungi, Jumat (9/11/2018).

Ia menambahkan, melalui pernyataannya itu Jokowi juga hendak menyindir politisi yang kerap membangun ketakutan karena kerap menggunakan isu palsu dan hoaks saat berkampanye. Hal itu lantas membuat masyarakat menjadi pesimistis dan takut.

Baca juga: Jokowi: Stop Cara Berpolitik seperti Genderuwo...

Melalui pernyataan tersebut, Karding menilai Jokowi juga hendak mengajak masyarakat tak lagi terjebak pada pembahasan hal-hal sepele dalam politik.

"Jadi kalau Pak Prabowo sering melontarkan pesimisme, pernyataan yang propaganda terkait hal yang menakutkan, mungkin yang dimaksud (Jokowi) salah satunya Pak Prabowo," papar Karding.

"Tapi menurut saya seluruh politisi atau dan siapa saja yang sering menakut-nakuti rakyat itu yang dimaksud Pak Jokowi," lanjut dia.

Setelah sebelumnya sempat menyindir politikus yang tak beretika dengan sebutan "sontoloyo", Presiden RI Joko Widodo melontarkan sebutan " genderuwo".

Baca juga: Jubir Prabowo: Rakyat Lebih Takut Harga Sembako daripada Genderuwo

Sebutan itu disematkan Jokowi untuk para politikus yang tidak beretika baik dan kerap menyebarkan propaganda untuk menakut-nakuti masyarakat. Pasalnya, lanjut Jokowi, pada tahun politik seperti saat ini, banyak politikus yang pandai memengaruhi.

"Yang tidak pakai etika politik yang baik. Tidak pakai sopan santun politik yang baik. Coba kita lihat politik dengan propaganda menakutkan, membuat ketakutan, kekhawatiran," kata Jokowi saat membagikan 3.000 sertifikat tanah di GOR Tri Sanja, Kabupaten Tegal, Jumat (9/11/2018).

Tak hanya itu, menurut Jokowi, setelah menakut-nakuti rakyat, para politikus itu kerap membuat sebuah ketidakpastian dan menggiring masyarakat menuju ketakutan.

"Cara-cara seperti ini adalah cara-cara politik yang tidak beretika. Masak masyarakatnya sendiri dibuat ketakutan? Enggak benar kan? itu sering saya sampaikan itu namanya politik genderuwo, nakut-nakuti," ungkapnya.

"Jangan sampai seperti itu. Masyarakat ini senang-senang saja kok ditakut-takuti. Iya tidak? Masyarakat senang-senang kok diberi propaganda ketakutan. Berbahaya sekali," lanjut dia


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Terkini Lainnya

Ahok Tak Mau Komentari Kondisi DKI di Bawah Kepemimpinan Anies

Ahok Tak Mau Komentari Kondisi DKI di Bawah Kepemimpinan Anies

Nasional
Banjir Bandang Landa Dua Desa di NTT, 5 Rumah Warga Hanyut

Banjir Bandang Landa Dua Desa di NTT, 5 Rumah Warga Hanyut

Regional
Polisi Tangkap Pemulung Diduga Provokator Bentrok Tanah Abang

Polisi Tangkap Pemulung Diduga Provokator Bentrok Tanah Abang

Megapolitan
ICW soal Data Caleg Eks Koruptor: Jokowi Tak Tepat, Prabowo Tidak Siap

ICW soal Data Caleg Eks Koruptor: Jokowi Tak Tepat, Prabowo Tidak Siap

Nasional
6 Fakta Kasus Mayat Perempuan Terbakar di Ogan Ilir, Polisi Tunggu Hasil Tes DNA hingga Anting Korban Dikenali

6 Fakta Kasus Mayat Perempuan Terbakar di Ogan Ilir, Polisi Tunggu Hasil Tes DNA hingga Anting Korban Dikenali

Regional
Kabur dari Polisi, Komplotan Pemalak di Bawah Umur Malah Dihakimi Massa

Kabur dari Polisi, Komplotan Pemalak di Bawah Umur Malah Dihakimi Massa

Megapolitan
Cerita Djarot Soal Hari-hari Terakhir Ahok di Penjara...

Cerita Djarot Soal Hari-hari Terakhir Ahok di Penjara...

Nasional
Staf Ignasius Jonan Dua Kali Disebut dalam 2 Perkara Korupsi

Staf Ignasius Jonan Dua Kali Disebut dalam 2 Perkara Korupsi

Nasional
Terungkapnya Kasus Pengoplos yang Ambil Untung dari Elpiji Bersubsidi

Terungkapnya Kasus Pengoplos yang Ambil Untung dari Elpiji Bersubsidi

Megapolitan
Harga BBM Jadi yang Termahal di Dunia, Rakyat Zimbabwe Kian Terjepit

Harga BBM Jadi yang Termahal di Dunia, Rakyat Zimbabwe Kian Terjepit

Internasional
Begini Cara Megawati Merayakan Ultah ke-72...

Begini Cara Megawati Merayakan Ultah ke-72...

Nasional
Tuduh AS Serukan Kudeta, Presiden Venezuela Tinjau Hubungan Diplomatik

Tuduh AS Serukan Kudeta, Presiden Venezuela Tinjau Hubungan Diplomatik

Internasional
TKN Jokowi Sindir Hashim: Enggak Ungkit Sekalian Waktu Mega-Prabowo

TKN Jokowi Sindir Hashim: Enggak Ungkit Sekalian Waktu Mega-Prabowo

Nasional
KFC Kampanyekan Beres-beres Meja Habis Makan, Begini Kenyataannya di Lapangan

KFC Kampanyekan Beres-beres Meja Habis Makan, Begini Kenyataannya di Lapangan

Megapolitan
9 Pramugari yang Punya Peran Penting dalam Sejarah Penerbangan Dunia

9 Pramugari yang Punya Peran Penting dalam Sejarah Penerbangan Dunia

Internasional

Close Ads X