Tim Jokowi-Ma'ruf Minta KPAI Aktif Cegah Pelibatan Anak dalam Kampanye Pilpres

Kompas.com - 09/11/2018, 18:08 WIB
Dua pasangan Capres-Cawapres Joko Widodo-KH Maruf Amin, dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno bersama pimpinan parpol dan caleg serta Ketua Komisi Pemilihan Umum, Arief Budiman dan Ketua Bawaslu RI, Abhan melepaskan burung dara saat Deklarasi Kampanye Damai Pemilu Serentak 2019 di Lapangan Monumen Nasional, Jakarta, Minggu (23/9/2018). Dalam acara yang juga dihadiri perwakilan partai politik, dan sejumlah caleg tersebut mendeklarasikan kampanye anti politisasi sara, anti politik uang, dan anti hoax.

KOMPAS/WISNU WIDIANTORO (NUT)
23-09-2018 KOMPAS/WISNU WIDIANTORODua pasangan Capres-Cawapres Joko Widodo-KH Maruf Amin, dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno bersama pimpinan parpol dan caleg serta Ketua Komisi Pemilihan Umum, Arief Budiman dan Ketua Bawaslu RI, Abhan melepaskan burung dara saat Deklarasi Kampanye Damai Pemilu Serentak 2019 di Lapangan Monumen Nasional, Jakarta, Minggu (23/9/2018). Dalam acara yang juga dihadiri perwakilan partai politik, dan sejumlah caleg tersebut mendeklarasikan kampanye anti politisasi sara, anti politik uang, dan anti hoax. KOMPAS/WISNU WIDIANTORO (NUT) 23-09-2018
Penulis Jessi Carina
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Direktur Hukum dan Advokasi TKN Jokowi-Maruf, Pasang Haro Rajagukguk, meminta Komisi Perlindungan Anak Indonesia ( KPAI) bersikap aktif dalam mencegah pelibatan anak dalam kampanye Pemilihan Presiden 2019.

Caranya adalah dengan membuat surat imbauan kepada partai dan pasangan calon presiden dan wakil presiden.

"Harapan kami seharusnya KPAI sebagai lembaga yang punya otoritas, memberi edaran atau warning kepada masyarakat khususnya pasangan calon supaya tidak melibatkan atau mengeksploitasi anak dalam rangka pemilu," ujar Haro di Posko Cemara, Jumat (9/11/2018).

Haro mengatakan, sejauh ini KPAI baru mengirim surat kepada Polri saat ada kasus hukum terkait pelibatan anak dalam kampanye. Menurut dia hal ini tidak cukup. KPAI juga harus mengingatkan semua peserta pemilu.

"KPAI kami nilai masih kurang greget," kata Haro.

Baca juga: Temukan Dugaan Eksploitasi Anak dalam Berpolitik, TKN Akan Lapor ke KPAI

TKN Jokowi-Ma'ruf sendiri berencana untuk mendampingi pelaporan warga terkait keterlibatan anak dalam kampanye. Salah satunya adalah adanya seorang anak yang berorasi dalam aksi 211 beberapa waktu lalu. Orasi anak tersebut berisi ajakan memilih salah satu pasangan calon.

Selain kepada KPAI, Haro berharap aparat penegak hukum juga menelusuri pelaku mobilisasi anak itu.

"Harus cari siapa aktornya, siapa yang memerintahkan anak-anak itu," kata Haro.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Metode Belajar Berubah Saat Pandemi, Akademisi: Kenali Sisi Positifnya

Metode Belajar Berubah Saat Pandemi, Akademisi: Kenali Sisi Positifnya

Nasional
Jelang New Normal, KPAI Minta Pemerintah Subsidi Kuota Internet dan Fasilitas Pembelajaran Daring

Jelang New Normal, KPAI Minta Pemerintah Subsidi Kuota Internet dan Fasilitas Pembelajaran Daring

Nasional
Olahraga Bersama Panglima TNI dan Kapolri, Jokowi Ajak Masyarakat Tingkatkan Imun di Tengah Pandemi

Olahraga Bersama Panglima TNI dan Kapolri, Jokowi Ajak Masyarakat Tingkatkan Imun di Tengah Pandemi

Nasional
Minta Tracking Covid-19 Diperbanyak, Menko PMK Harap Uji Spesimen Bisa Mencapai 30.000 Per Hari

Minta Tracking Covid-19 Diperbanyak, Menko PMK Harap Uji Spesimen Bisa Mencapai 30.000 Per Hari

Nasional
Tekan Emisi Karbon dalam Pembangunan, ASN Perlu Pahami Ekonomi Hijau

Tekan Emisi Karbon dalam Pembangunan, ASN Perlu Pahami Ekonomi Hijau

Nasional
Pola Pengajaran Konvensional di Tengah Pandemi Dinilai Picu Episentrum Besar

Pola Pengajaran Konvensional di Tengah Pandemi Dinilai Picu Episentrum Besar

Nasional
UPDATE 7 Juni: 1.010 WNI Positif Corona, 601 Orang Sembuh

UPDATE 7 Juni: 1.010 WNI Positif Corona, 601 Orang Sembuh

Nasional
RS Wisma Atlet Rawat 544 Pasien Positif Covid-19 dan Seorang PDP

RS Wisma Atlet Rawat 544 Pasien Positif Covid-19 dan Seorang PDP

Nasional
Menko PMK: New Normal Bukan Berarti Seenaknya

Menko PMK: New Normal Bukan Berarti Seenaknya

Nasional
Seorang Terduga Teroris Meninggal di RS Polri karena Sakit, Ini Penjelasan Polisi

Seorang Terduga Teroris Meninggal di RS Polri karena Sakit, Ini Penjelasan Polisi

Nasional
Cucu ke-25 Lahir, Wapres Ma'ruf Amin Kirim Doa Lewat Video Call

Cucu ke-25 Lahir, Wapres Ma'ruf Amin Kirim Doa Lewat Video Call

Nasional
Saat Kader Gerindra Ingin Prabowo Kembali Pimpin Partai...

Saat Kader Gerindra Ingin Prabowo Kembali Pimpin Partai...

Nasional
UPDATE 6 Juni: Pasien Sembuh Covid-19 Bertambah 464 Orang, Tertinggi di Jawa Timur

UPDATE 6 Juni: Pasien Sembuh Covid-19 Bertambah 464 Orang, Tertinggi di Jawa Timur

Nasional
Jubir Pemerintah Sebut 80 Persen Penderita Covid-19 Tidak Memiliki Gejala

Jubir Pemerintah Sebut 80 Persen Penderita Covid-19 Tidak Memiliki Gejala

Nasional
KPU: Debat Publik Pilkada 2020 Tak Dihadiri Pendukung Pasangan Calon

KPU: Debat Publik Pilkada 2020 Tak Dihadiri Pendukung Pasangan Calon

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X