Ini Kesepakatan Menko Polhukam dan Sejumlah Ormas Islam soal Pembakaran Bendera

Kompas.com - 09/11/2018, 13:58 WIB
Menkopolhukam Wiranto usai rapat koordinasi dengan Wakapolri Komjen Ari Dono Sukmanto dan Kepala BNPB Willem Rampalingei di Kantor Kemenkopolhukam, Jakarta Pusat, Selasa (9/10/2018). Reza JurnalistonMenkopolhukam Wiranto usai rapat koordinasi dengan Wakapolri Komjen Ari Dono Sukmanto dan Kepala BNPB Willem Rampalingei di Kantor Kemenkopolhukam, Jakarta Pusat, Selasa (9/10/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan ( Menko Polhukam) Wiranto melakukan dialog dengan petinggi organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam membahas pembakaran bendera di Garut beberapa waktu lalu.

Dialog berlangsung di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Jumat (9/11/2018).

"Masalah ukhuwah islamiah, ukhuwah wathaniyah, masalah tauhid, masalah akidah, yang selama ini masih menjadi perdebatan, walaupun sudah mereda, masih menjadi perdebatan yang cukup sengit, tentang bagaimana pembakaran bendera," kata Wiranto.

Ia mengatakan, dialog tersebut berlangsung santai sambil membicarakan permasalahan yang serius.

Baca juga: Wiranto Sebut Pembakaran Bendera Masalah Kecil yang Meluas ke Seluruh Indonesia

Wiranto bersyukur pertemuan dan dialig pada hari ini menghasilkan kesepakatan bersama terkait masalah pembakaran bendera di Garut.

"Kami sangat bahagia terjadi kesepakatan, bahwa ini ada kesalahpahaman yang tidak lagi boleh terjadi pada masa ke depan nantinya," kata dia.

Wiranto mengatakan, pihak-pihak yang hadir telah menerima proses penyelesaian masalah tersebut, baik secara hukum maupun secara organisasi asal para pelaku.

"Kami semua umat Islam, harus ikut bersama-sama dengan aparat menjaga stabilitas keamanan, politik, taat hukum, itu kewajiban kita bersama, agar negara kita damai, negara kita rukun, negara kita stabil," ujar Wiranto.

Baca juga: Wiranto Akan Pertemukan Instansi Pemerintah dan Ormas soal Pembakaran Bendera

Acara ini turut dihadiri Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, para pimpinan ormas, dan tokoh Islam.

Beberapa ormas yang diundang terdiri dari, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Majelis Ulama Indonesia (MUI), Persatuan Islam (Persis), GNPF Ulama, dan Presidium Alumni 212.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X