Kompas.com - 08/11/2018, 15:17 WIB
Menteri Pemuda dan Olahraga RI Imam Nahrawi (kiri) berpose dengan atlet angkat besi Eko Yuli Irawan, di Istana Negara, Jakarta, Kamis (8/11/2018). (Foto: Kemenpora RI) NUGYASA LAKSAMANA/BOLASPORT.COMMenteri Pemuda dan Olahraga RI Imam Nahrawi (kiri) berpose dengan atlet angkat besi Eko Yuli Irawan, di Istana Negara, Jakarta, Kamis (8/11/2018). (Foto: Kemenpora RI)
Penulis Ihsanuddin
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Atlet angkat besi Eko Yuli Irawan berencana membangun sasana angkat besi agar Indonesia bisa terus mencetak lifter handal. Sasana itu akan dibangun dari uang bonus yang tengah dikumpulkan oleh Eko.

"Yang pasti inginnya sih ke depan punya sasana sendiri. Supaya bisa tampung remaja-remaja lagi, yang baru lagi," kata Eko usai bertemu Presiden Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (8/11/2018).

Eko diterima Jokowi dengan menyandang status juara dunia melalui torehan 3 medali emas nomor 61 kilogram pada Kejuaraan Dunia Angkat Besi 2018, di Ashgabat, Turkmenistan, Minggu (4/11/2018).

Baca juga: Presiden Jokowi Beri Bonus Rp 250 Juta untuk Eko Yuli Irawan

Atas prestasi itu, Eko mendapatkan bonus Rp 250 juta dari Presiden Jokowi dan Rp 200 juta dari Kemenpora. Eko juga akan mendapat bonus dari Pengurus Besar Persatuan Angkat Besi, Berat, dan Binaraga Seluruh Indonesia (PB PABBSI).

Eko mengaku akan menabung uang bonus yang diterimanya agar cita-cita untuk membuat sasana angkat besi bisa segera tercapai.

"Supaya bisa tampung remaja-remaja lagi, yang baru lagi. Karena kita sudah belasan tahun di angkat besi, kayaknya sudah tau skillnya, sudah tau cara menangani atlet, pengin menciptakan juga supaya di angkat besi prestasinya tidak mandek," ucap Eko.

Eko yang kini berusia 29 tahun khawatir tak ada lagi atlet-atlet angkat besi yang berprestasi setelah ia pensiun. Oleh karena itu lah ia ingin membantu mencetak lifter-lifter handal.

"Takutnya setelah saya pensiun belum ada lagi itu yang saya takutin. Setidaknya kita bisa menciptakan juga," kata Eko.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Presiden Jokowi Sambut Kunjungan PM Singapura di Bintan

Presiden Jokowi Sambut Kunjungan PM Singapura di Bintan

Nasional
KSAD: Saya Tidak Akan Segan Tindak Prajurit yang Terpapar Kelompok Radikal

KSAD: Saya Tidak Akan Segan Tindak Prajurit yang Terpapar Kelompok Radikal

Nasional
Hakim Berhalangan, Sidang Unlawful Killing Anggota FPI Ditunda

Hakim Berhalangan, Sidang Unlawful Killing Anggota FPI Ditunda

Nasional
Pesan KSAD Dudung ke Prajurit: Jangan Jadi Ayam Sayur, Kalahan Kalau Diadu!

Pesan KSAD Dudung ke Prajurit: Jangan Jadi Ayam Sayur, Kalahan Kalau Diadu!

Nasional
Perpanjangan PPKM Jawa-Bali, Kapasitas Tempat Ibadah di Daerah Level 1 dan 2 Boleh Sampai 75 Persen

Perpanjangan PPKM Jawa-Bali, Kapasitas Tempat Ibadah di Daerah Level 1 dan 2 Boleh Sampai 75 Persen

Nasional
Komnas HAM Koordinasi dengan Polisi soal Kerangkeng Manusia di Rumah Bupati Langkat

Komnas HAM Koordinasi dengan Polisi soal Kerangkeng Manusia di Rumah Bupati Langkat

Nasional
Bareskrim Selidiki Laporan soal Edy Mulyadi yang Menyinggung Warga Kalimantan

Bareskrim Selidiki Laporan soal Edy Mulyadi yang Menyinggung Warga Kalimantan

Nasional
Polisi Koordinasi dengan Tokoh Masyarakat Antisipasi Bentrokan Susulan di Sorong

Polisi Koordinasi dengan Tokoh Masyarakat Antisipasi Bentrokan Susulan di Sorong

Nasional
Di Hadapan Prajurit, KSAD Perintahkan Komandan Satuan Antisipasi Perkembangan Kelompok Radikal

Di Hadapan Prajurit, KSAD Perintahkan Komandan Satuan Antisipasi Perkembangan Kelompok Radikal

Nasional
BNPT Sebut Indeks Risiko Terorisme 2021 Lebih Baik dari Target RPJMN

BNPT Sebut Indeks Risiko Terorisme 2021 Lebih Baik dari Target RPJMN

Nasional
Dipertanyakan Urgensi dan Aturan Pemberian Pelat Dinas Polri ke Arteria Dahlan

Dipertanyakan Urgensi dan Aturan Pemberian Pelat Dinas Polri ke Arteria Dahlan

Nasional
Fakta-fakta Pemilu Presiden, Legislatif, dan Kepala Daerah yang Akan Digelar pada 2024

Fakta-fakta Pemilu Presiden, Legislatif, dan Kepala Daerah yang Akan Digelar pada 2024

Nasional
Mendagri: Banyak Korupsi Terjadi karena Sistem, Perlu Ada Perbaikan

Mendagri: Banyak Korupsi Terjadi karena Sistem, Perlu Ada Perbaikan

Nasional
KSAD Bakal Sertijab Pangkostrad dan 5 Pangdam Baru Senin Depan

KSAD Bakal Sertijab Pangkostrad dan 5 Pangdam Baru Senin Depan

Nasional
KSP: PTM 100 Persen Tetap Berjalan dengan Pengawasan Ketat

KSP: PTM 100 Persen Tetap Berjalan dengan Pengawasan Ketat

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.